OTT KPK

Hasto Kristiyanto: Ada yang Memframing Saya Terima Dana dan Gunakan Kekuasan Sembarangan

Hasto Kristiyanto menepis kabar dirinya terlibat dalam kasus suap yang melibatkan komisioner KPU Wahyu Setiawan dan kader PDIP.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
HASTO Kristiyanto, Sekjen PDI Perjuangan 

SEKRETARIS Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menepis kabar dirinya terlibat dalam kasus suap yang melibatkan komisioner KPU Wahyu Setiawan dan kader PDIP.

Hasto Kristiyanto mengatakan ada yang sengaja memframing hingga namanya terseret dalam pusaran kasus suap tersebut.

"Ada yang memframing saya menerima dana, ada yang memframing saya diperlakukan sebagai penggunaan kekuasan secara sembarangan," katanya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Polisi Sempat Tahan dan Tes Urine Penyelidik KPK di PTIK, Mabes Polri Bilang SOP-nya Memang Begitu

Hasto Kristiyanto memastikan dirinya sebagai sekjen partai tidak mungkin menerima suap dan melakukan tindakan tidak terpuji.

Apalagi, mengenai kasus pergantian antar-waktu (PAW) di DPR.

"Yang saya lakukan sebagai sekjen, sebagaimana Ibu Ketum (Megawati) adalah berpikir, bertindak, atas dasar ketentuan perundangan dan juga konstitusi partai. Itu yang kami jalankan," jelasnya.

Pemuda Koja Rudapaksa Bocah 15 Tahun Sampai Hamil, Dijanjikan Rp 50 Ribu dan Handphone

Namun, Hasto Kristiyanto menyebut dirinya tetap menghormati kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka, termasuk kader PDIP.

"Jadi kita hormati dari KPK ketika mengatakan bahwa ada beberapa yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, ini berkaca juga sebagai sebuah proses kemajuan," paparnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono mengakui polisi sempat menahan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saat menyambangi Kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

156 dari 187 WNI yang Teridentifikasi Sebagai Teroris di Suriah Adalah Anak-anak dan Perempuan

Hal itu terjadi dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, Rabu (8/1/2020).

Bukan hanya itu, penyelidik KPK tersebut juga harus menjalani tes urine dan ditahan sampai Kamis (9/1/2020) pagi.

 PM Kanada: Pesawat Ukraina Jatuh karena Ditembak Misil Iran

"Memang itu merupakan SOP-nya."

"Untuk menjaga jangan sampai ada orang yang tidak bertanggung jawab masuk ke dalam STIK-PTIK,” kata Argo Yuwono, Jumat (10/1/2020).

Menurutnya, apa yang dilakukan polisi adalah hal yang wajar dan sesuai SOP.

 Prabowo: Kedaulatan Harga Mati, tapi Kita Jangan Panas-panasin

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved