Aksi Terorisme

156 dari 187 WNI yang Teridentifikasi Sebagai Teroris di Suriah Adalah Anak-anak dan Perempuan

MENKO Polhukam Mahfud MD mengatakan, mayoritas WNI yang teridentifikasi sebagai teroris di Suriah adalah anak-anak dan perempuan.

dok. ARA News
Militan ISIS sedang memantau pangkalan militer Suriah yang berlokasi di dekat Homs, Suriah. 

MENKO Polhukam Mahfud MD mengatakan, mayoritas Warga Negara Indonesia (WNI) yang teridentifikasi sebagai teroris di Suriah adalah anak-anak dan perempuan.

Mahfud MD mengatakan, dari 187 WNI yang diduga menjadi bagian dari Foreign Teroris Fighters (FTF) tersebut, 31 orang di antaranya adalah laki-laki.

"Itu satu. Coba yang ada di Suriah itu ada 187 orang kita di sana yang diduga orang Indonesia bergabung dengan teroris."

Lebih dari 6.000 Warga Indonesia di Luar Negeri Diidentifikasi Sebagai Teroris, di Suriah 187 WNI

"Sebanyak 31 orang itu laki-laki. Sisanya itu perempuan dan anak-anak," beber Mahfud MD.

Terkait pemulangan WNI yang terbukti tidak terlibat terorisme di Suriah tersebut, Mahfud MD mengatakan pemerintah masih harus membicarakannya terkait proses deradikaliasasi.

"Kalau yang jelas terlibat teroris itu akan diadili di Suriah, itu silakan."

SUSUNAN Lengkap Struktur Pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri Rangkap Jabatan

"Tapi yang bukan kan itu nanti dipulangkan di sini."

"Kalau dipulangkan ke sini nanti gimana? Orang berangkatnya saja tidak pamit. Terus bagaimana nanti deradikalisasinya kan itu harus dibicarakan," tutur Mahfud MD.

Sebelumnya Mahfud MD mengungkapkan, sebanyak 187 Warga Negara Indonesia (WNI) di Suriah teridentifikasi sebagai teroris.

Sudah Bangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu, Jokowi Ajak Jepang Investasi Lagi di Natuna

Ia menjelaskan, mereka juga teridentifikasi terlibat dalam Foreign Terrorist Fighters (FTF) atau teroris asing yang berjejaring.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved