Kecelakaan
Warga Menangis Saat Melihat Kondisi Jenazah Didit
Dari ketujuh korban itu, menurut seorang warga setempat kondisi jenazah Didit yang paling mengenaskan.
Penulis: Luthfi Khairul Fikri |
Tujuh orang tewas dalam tabrakan antara KA Argo Parahyangan KA 69F dengan Daihatsu Sigra nomor polisi B 1778 FKY, Sabtu (21/12) malam.
Kecelakaan terjadi akibat sopir Daihatsu Sigra nekat menerobos perlintasan Kereta Api Cibitung, di Jalan Raya Bosih Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Tujuh orang korban itu kemudian diketahui sebagai satu keluarga, dan merupakan warga Jalan Arjuna III, RT07/RW07, Kelurahan Utankayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur.
Para korban adalah Watinah (50), Santi (30), Bahrudin (51) pengemudi mobil, Yanto (50), Syafrudin (49), Yanda (32), dan Didit (12).
• Begini Kronologi Kecelakaan di Tol Pandaan yang Mengakibatkan Putra KH Hasyim Muzadi Meninggal Dunia
Mengenaskan
Dari ketujuh korban itu, menurut seorang warga setempat kondisi jenazah Didit yang paling mengenaskan. Anggota tubuhnya tak lagi menyatu, dan organ dalam tubuh berada di luar.
"Jadi kondisi enam korban itu terpental semua, satu pengemudi masih berada didalam mobil," ujar Doyok (35), warga Wanasari, kepada Warta Kota saat di lokasi kejadian, Minggu (22/12/2019).
Tubuh anak kecil ini, lanjut Doyok, terpental ke got kering 5 meter di samping rel kereta api.
"Kemudian posisi ibunya tak jauh dari anaknya, lalu empat lainnya berada di samping pos penjaga dan saling menumpuk. Satu lainnya pengemudi meninggal di dalam mobil," katanya.
• Cari Tahu Penyebab Kecelakaan Kereta, Sopir Diinterogasi
Diakuinya, banyak warga tak tega melihat kondisi jenazah para korban, saat mereka melakukan proses evakuasi.
"Semuanya parah, tapi yang prihatin itu kondisi anak kecilnya," kata Doyok bercerita.
Bahkan Doyok mengaku dia sempat menangis dan muntah melihat kondisi Didit.
Dia juga tak kuat melihat seorang korban paruh baya meregang nyawa.
"Korban pria bapak-bapak tua ini masih bisa bergerak dan ngerespon ketika kita tegur itu, tapi sebagian kepalanya pecah," ucapnya.
Kemudian ketujuh korban itu dibawa dengan menggunakan dua unit mobil ambulans secara bergiliran ke RSUD Kabupaten Bekasi.
Sementara, kondisi mobil ringsek parah setelah ditabrak kereta tersebut. Adapun, keseluruhan evakuasi selesai pada Minggu (22/12/2019) pukul 00.00.
Tak dihiraukan
Dari cerita para saksi diketahui kronologi kecelakaan tersebut. Pengemudi mobil, Bahrudin (51), sudah diingatkan oleh penjaga palang perlintasan Kereta Api, Aditya (22), dengan menggunakan alarm.
Namun, peringatan tersebut tak dihiraukan. Pengemudi tetap nekat memaksa melintasi perlintasan tersebut, padahal palang sudah diturunkan.

Singkat cerita, mobil tersebut tertabrak oleh kereta api Argo Parahyangan arah dari timur ke arah barat.
Mobil pun terguling dan terseret sampai ringsek dalam sekejap. (M20)
• UPDATE: PT KAI Daop 1 Menyayangkan 7 Nyawa melayang, KA Parahyangan Terlambat
• Pola Berulang, Mesin Mobil Mati di Tengah Perlintasan
• UPDATE: Detik-Detik Mobil Diseruduk Kereta Api di Cibitung, Menurut Cerita Saksi