Kecelakaan

Warga Menangis Saat Melihat Kondisi Jenazah Didit

Dari ketujuh korban itu, menurut seorang warga setempat kondisi jenazah Didit yang paling mengenaskan.

Penulis: Luthfi Khairul Fikri |
Wartakotalive.com/Luthfi Khairul Fikri
Perlintasan Kereta Api Cibitung di Jalan Raya Bosih Rt.01/25, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tempat terjadi kecelakaan, Sabtu (21/12/2019) malam. 

Tujuh orang tewas dalam tabrakan antara KA Argo Parahyangan KA 69F dengan Daihatsu Sigra nomor polisi B 1778 FKY, Sabtu (21/12) malam.

Kecelakaan terjadi akibat sopir Daihatsu Sigra nekat menerobos perlintasan Kereta Api Cibitung, di Jalan Raya Bosih Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Korban kecelakaan di perlintasan Kereta Api Cibitung, Jalan Raya Bosih Rt.01/25, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi berada di ruang perawatan RSUD Kabupaten Bekasi.
Korban kecelakaan di perlintasan Kereta Api Cibitung, Jalan Raya Bosih Rt.01/25, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi berada di ruang perawatan RSUD Kabupaten Bekasi. (Istimewa)

 Tujuh orang korban itu kemudian diketahui sebagai satu keluarga, dan merupakan warga Jalan Arjuna III, RT07/RW07, Kelurahan Utankayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur.

Para korban adalah Watinah (50), Santi (30), Bahrudin (51) pengemudi mobil, Yanto (50), Syafrudin (49), Yanda (32), dan Didit (12).

Begini Kronologi Kecelakaan di Tol Pandaan yang Mengakibatkan Putra KH Hasyim Muzadi Meninggal Dunia

Mengenaskan

Dari ketujuh korban itu,  menurut seorang warga setempat kondisi jenazah Didit yang paling mengenaskan. Anggota tubuhnya tak lagi menyatu, dan organ dalam tubuh berada di luar.

"Jadi kondisi enam korban itu terpental semua, satu pengemudi masih berada didalam mobil," ujar Doyok (35), warga Wanasari, kepada Warta Kota saat di lokasi kejadian, Minggu (22/12/2019).

Tubuh anak kecil ini, lanjut Doyok, terpental ke got kering  5 meter di samping rel kereta api.

"Kemudian posisi ibunya tak jauh dari anaknya, lalu empat lainnya berada di samping pos penjaga dan saling menumpuk. Satu lainnya pengemudi meninggal di dalam mobil," katanya.

Cari Tahu Penyebab Kecelakaan Kereta, Sopir Diinterogasi

Diakuinya, banyak warga tak tega melihat kondisi jenazah para korban, saat mereka melakukan proses evakuasi. 

"Semuanya parah, tapi yang prihatin itu kondisi anak kecilnya," kata Doyok bercerita.

Bahkan Doyok mengaku dia sempat menangis dan muntah melihat kondisi Didit.

Dia juga tak kuat melihat seorang korban paruh baya meregang nyawa.

"Korban pria bapak-bapak tua ini masih bisa bergerak dan ngerespon ketika kita tegur itu, tapi sebagian kepalanya pecah," ucapnya.

Kemudian ketujuh korban itu dibawa dengan menggunakan dua unit mobil ambulans secara bergiliran ke RSUD Kabupaten Bekasi.

Sementara, kondisi mobil ringsek parah setelah ditabrak kereta tersebut. Adapun, keseluruhan evakuasi selesai pada Minggu (22/12/2019) pukul 00.00.

Tak dihiraukan

Dari cerita para saksi diketahui kronologi kecelakaan tersebut. Pengemudi mobil, Bahrudin (51), sudah diingatkan oleh penjaga palang perlintasan Kereta Api, Aditya (22), dengan menggunakan alarm. 

Namun, peringatan tersebut tak dihiraukan. Pengemudi tetap nekat memaksa melintasi perlintasan tersebut, padahal palang sudah diturunkan.

Kecelakaan KA & Minibus di Perlintasan Kereta Stasiun Cibitung Bekasi & msh penanganan Polri. 
@ir_rizky19
Kecelakaan KA & Minibus di Perlintasan Kereta Stasiun Cibitung Bekasi & msh penanganan Polri. @ir_rizky19 (@TMCPoldametrojaya)

Singkat cerita, mobil tersebut tertabrak oleh kereta api Argo Parahyangan arah dari timur ke arah barat.

Mobil pun terguling dan terseret sampai ringsek dalam sekejap. (M20)

UPDATE: PT KAI Daop 1 Menyayangkan 7 Nyawa melayang, KA Parahyangan Terlambat

Pola Berulang, Mesin Mobil Mati di Tengah Perlintasan

UPDATE: Detik-Detik Mobil Diseruduk Kereta Api di Cibitung, Menurut Cerita Saksi

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved