Kilas Balik

TERUNGKAP Ada Pasukan Bertopeng saat Berlangsung Penumpasan Begal Sadis di Era Soeharto

Keberadaan begal sadis di era kejayaan Presiden Soeharto ditumpas habis sampai menimbulkan pro dan kontra.

TERUNGKAP Ada Pasukan Bertopeng saat Berlangsung Penumpasan Begal Sadis di Era Soeharto
anton-djakarta.blogspot.com via Pos Kupang
TERUNGKAP Ada Pasukan Bertopeng saat Berlangsung Penumpasan Begal Sadis di Era Soeharto 

PALMERAH, WARTAKOTALIVE.COM - Keberadaan begal sadis di era kejayaan Presiden Soeharto ditumpas habis sampai menimbulkan pro dan kontra.

Ada sebagian masyarakat yang mendukung langkah ekstrim Presiden ke-2 RI itu demi memberi efek jera kepada pelaku bekal sadis.

Tapi ada juga sebagian masyarakat yang menentang aksi penumpasan bekal sadis tersebut karena dinilai bagian dari pelanggaran HAM.

 PENAMPILAN Husein Alatas Bikin Kaget Kerabat, Ternyata karena Ada Tato di Lengan Kiri Habib

 Ini Kronologis Husein Alatas Cabuli Korbannya dengan Modus Hipnotis

 UPDATE Polisi Dalami Korban Pencabulan Lainnya Oleh Husein Alatas

Nah, pihak yang menentang keras tindakan ekstrim begal sadis Presiden Soeharto itu salah satunya adalah Mantan Ketua Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM Petrus, Yosep Adi Prasetyo.

Melansir dari buku 'Benny Moerdani Yang Belum Terungkap', Tempo, PT Gramedia 2015, Yosep menceritakan nasib para preman di era Soeharto.

Menurut Yosep, nasib para begal sadis atau preman di era Soeharto lebih tak tenang saat Benny Moerdani diangkat menjadi panglima ABRI dan panglima Kopkamtib pada Maret 1983.

 ENAM Fakta Lettu Erizal Sebelum Gugur Ditembak KKB Papua Sempat Ungkap Rindu kepada Kekasih

 TERNYATA Manusia Silver Bukan Anak Terlantar, Ibunya Menangis saat Jemput di Panti Sosial

 POLISI Bakal Usut Tuntas Insiden Pemukulan di Transjakarta, Ini Kronologinya

Yosep mengungkapkan kalau Benny Moerdani mengadopsi metode penumpasan preman yang pernah digunakan di Yogyakarta.

"Operasi dilanjutkan dan lebih sadis lagi. (Metode) yang di Yogyakarta diadopsi oleh Benny" kata Yosep.

Yosep juga mengungkapkan hasil penyelidikan Komnas HAM menyimpulkan kalau pelaksana petrus adalah pasukan bertopeng atau selalu memakai topeng dan berpakaian hitam.

 PRAJURIT Kopassus Lettu Erizal Ditembak Mati KKB Papua Pimpinan Lekagak Telenggen, Ini Kronologinya

 FOTO Kucing Digantung hingga Mati di Pohon Setelah Makan Merpati di Bali Viral, Ini Kronologinya

 MAHFUD MD Blak-blakan di ILC Akui Banyak Pelanggaran HAM Era Jokowi, hingga Singgung Rusuh Papua

Halaman
1234
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved