Bakal Bertemu Tommy Soeharto Pekan Depan, Pengamat Sebut PKS Ningratnya Oposisi

Menurut Sohibul Iman, pertemuan partai ini lanjutan pembicaraan antara Sohibul Iman dengan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

Bakal Bertemu Tommy Soeharto Pekan Depan, Pengamat Sebut PKS Ningratnya Oposisi
TRIBUNNEWS/FAHDI FAHLEVI
Presiden PKS Sohibul Iman di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (16/11/2019). 

KETUA Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, bakal menggelar pertemuan dengan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Selasa (19/11/2019) pekan depan.

Pertemuan tersebut bakal digelar di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Tommy Soeharto bakal didampingi pengurus Partai Berkarya pada pertemuan ini.

Mahfud MD: Bila Rizieq Shihab Perlu Uang, Saya Bantu Kalau Cuma Rp 110 Juta

"Mereka akan bersilaturahim ke PKS."

"Insyaallah direncanakan akan dilaksanakan pada Hari Selasa tanggal 19 November yang akan datang pada pukul 16.00 WIB."

"Partai Berkarya mulai dari ketua umum, penasihat, sekjen akan berkunjung ke PKS," ungkap Presiden PKS Sohibul Iman di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Gerindra Berharap Ahok Tak Cari Ribut dan Petantang-petenteng Jika Jadi Bos BUMN, Minta Libatkan BPK

Menurut Sohibul Iman, pertemuan partai ini lanjutan pembicaraan antara Sohibul Iman dengan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

Juga, dengan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Tedjo Edhy Purdijatno.

"Dari pertemuan itu, mereka menginginkan untuk menjalin komunikasi lebih erat dengan PKS," ungkap Sohibul Iman.

Jihadis Jadikan Polisi Sasaran Utama, Padahal Doktrin ISIS Tak Sebut Target Secara Spesifik

Sohibul Iman tidak menjelaskan arah pertemuan dengan Tommy Soeharto.

Pengurus PKS sebelumnya telah mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini menyebut partainya terus membuka komunikasi dengan partai mana pun.

PKS: Pemilu Sudah Selesai, Harusnya Rizieq Shihab Bisa Dipulangkan ke Indonesia

"Komunikasi terus kami lakukan dengan partai-partai, baik itu partai di parlemen maupun non parlemen."

"Baik partai di dalam pemerintahan maupun partai di luar pemerintahan," jelas Sohibul Iman.

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai rencana pertemuan Tommy Soeharto dengan PKS, tak lepas dari keberadaan PKS sebagai 'oposisi darah biru'.

BREAKING NEWS: Densus 88 Tembak Mati Dua Terduga Teroris di Deli Serdang, Satu Polisi Terluka

"PKS ini kan 'oposisi darah biru', oposisi yang bukan karena keadaan."

"Jadi maksudnya oposisi yang memang sudah berkomitmen sejak lama akan menjadi oposisi pemerintahan Jokowi," ujar Hendri ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (16/11/2019).

Hendri mengatakan, PKS dapat juga disebut sebagai oposisi sejati.

Selain Tembak Mati Dua Terduga Teroris di Deli Serdang, Densus 88 Juga Ciduk Tiga Orang di Aceh

Sebab, peran tersebut sudah dilakukan sejak lima tahun lalu atau di periode pertama kepemimpinan Jokowi.

Selain itu, Hendri mengatakan apabila ada partai politik yang tidak merapat kepada koalisi Jokowi, tentu akan secara otomatis mendekati PKS.

Menurutnya, tak ada partai politik lain yang lebih oposisi dari PKS.

Ini Kisah Dibalik Rangkulan Mesra Presiden PKS dengan Surya Paloh yang Bikin Jokowi Cemburu

Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat, tak masuk dalam kategori tersebut karena berusaha menjadi bagian dari koalisi.

"Bahkan, partai koalisi pun kalau ingin berkomunikasi dengan oposisi ya berkomunikasinya dengan PKS dulu. Kenapa? Karena mereka ini ningratnya oposisi," ulasnya.

Founder lembaga survei KedaiKOPI tersebut menuturkan, pertemuan Tommy Soeharto lebih dikarenakan Partai Berkarya tak lolos ke Senayan dan ingin menjadi oposisi.

Jadi Target Teroris, Pengamat Intelijen Sarankan Polisi Ubah Penampilan

"Berkarya ini kan partainya enggak lolos ke DPR, punya wakil di daerah-daerah dan ingin jadi oposisi. Kemudian harus berbicara ke siapa? Ya ke PKS," papar Hendri.

Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengungkapkan cerita di balik rangkulannya dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, akhir Oktober lalu.

Menurut Sohibul Iman, rangkulan tersebut berawal dari obrolan pada sebuah acara yang diadakan oleh DPR.

"Awal perbincangan saya sampai terjadi rangkulan kebangsaan dengan Bang SP (Surya Paloh) itu adalah justru dari obrolan dari beliau," ujar Sohibul Iman di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

 Bomber Polrestabes Medan Diduga Terpapar Paham Radikal Hanya dalam Waktu Enam Bulan

Saat itu, katanya, Surya Paloh menyinggung soal adanya kader radikal di PKS.

Kepada Sohibul Iman, Surya Paloh mengatakan sebenarnya banyak kader yang potensial di PKS.

"Dinda, Abang ini tahu orang-orang pintar banyak di PKS, dan Abang suka dengan itu, cuma Abang tidak suka kalau mereka sudah radikal," ungkap Sohibul Iman menirukan perkataan Surya Paloh.

 Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, Demokrat Minta Tingkah Laku dan Status Mantan Napi Jadi Pertimbangan

Pernyataan Surya Paloh tersebut langsung dibantah Sohibul Iman. Dirinya menantang balik Surya Paloh untuk membuktikan ucapannya.

Sohibul Iman siap melacak kadernya yang radikal, jika Surya Paloh melaporkan kepada dirinya.

Dirinya malah menjamin yang bergabung ke partainya justru menjadi moderat.

 Mahfud MD Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Ada Dua, Polisi Bilang Cuma Satu

"Saya langsung koreksi pada beliau, 'Bang, tolong jangan sembarangan bicara."

"Kalau Abang mendengar orang radikal kemudian diidentifikasi orang PKS, silakan lapor kepada saya, nanti saya akan lacak'," tutur Sohibul Iman.

"Sampai saat ini setiap yang masuk kenapa mereka keluar menjadi moderat," tambah Sohibul Iman.

 Istri Bomber Polrestabes Medan Kerap Kunjungi Napi Teroris, Diduga Tularkan Radikalisme ke Suami

Pertanyaan Surya Paloh tersebut sebelumnya sudah dilontarkan saat pernikahan putera Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. Dan, Sohibul Iman menjawab hal yang sama.

Akhirnya, terjadilah pertemuan selama dua jam antara Surya Paloh dan Sohibul Iman.

Dalam pertemuan itu, Sohibul Iman meluruskan stigma yang dilekatkan kepada partainya.

 Polisi Temukan 2 Butir Peluru Kaliber 22 di Jok Motor Bomber Polrestabes Medan

Hingga akhirnya Surya Paloh yakin PKS tidak radikal seperti yang selama ini dianggap beberapa pihak. Hingga pertemuan diakhiri dengan rangkulan antara keduanya.

"Di situ kita jelaskan imajinasi orang tentang PKS dan di situ lah Bang Surya merasa ada keyakinan tentang PKS ini."

"Maka terjadi lah pertemuan dan terjadi rangkulan rangkulan sampai sekarang menjadi isu," beber Sohibul Iman(Fahdi Fahlevi/Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved