Penembakan
DUA Peluru Bersarang di Kepala Bagian Belakang dan Rahang Dua Polisi yang Tertembak
KAPOLDA Sulawesi Tengah Brigjen Lukman Wahyu Hariyanto mengatakan, dua anggota Polsek Sirenja yang tertembak mengalami luka di bagian kepala.
KAPOLDA Sulawesi Tengah Brigjen Lukman Wahyu Hariyanto mengatakan, dua anggota Polsek Sirenja yang tertembak mengalami luka di bagian kepala.
Hal itu disampaikan Kapolda Lukman, seusai menjenguk kedua polisi itu di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Jumat (8/11/2019) siang.
Kapolda Lukman mengungkapkan, dua polisi itu masing-masing tertembak satu peluru.
• CAKEP! Begini Pantun Ketua Komisi X DPR untuk Mendikbud Nadiem Makarim
Satu tertembak di kepala bagian belakang, satunya di bawah dagu atau rahang sebelah kanan.
"Yang jelas ada dua anggota tertembak peluru, senjatanya V2, soal kejadiannya masih pendalaman," kata Kapolda Lukman.
Dua anggota Polsek Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah yang tertembak, dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Jumat (8/11/2019) siang.
• DPRD DKI Minta Anies Baswedan Buka Dokumen Draf KUA-PPAS APBD 2020 yang Bikin Heboh
Tiba di RS Bhayangkara Palu, keduanya langsung mendapatkan perawatan intensif.
"Keduanya diusahakan untuk bisa cepat kita sembuhkan," jelas Kapolda Sulteng Brigjen Lukman Wahyu Hariyanto, seusai menjenguk korban di RS Bhayangkara Palu.
• BREAKING NEWS: Dua Polisi Tertembak di Kepala, Berawal dari Bersihkan Senjata
Saat ini, kata Kapolda Lukman, keduanya tengah dirawat dan kondisinya stabil.
"Di Bhayangkara lagi diobservasi, kalau tidak mampu di sini kita rujuk ke tempat yang lebih bagus," ucapnya.
Sebelumnya, dua anggota Polsek Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, tertembak di bagian kepala, Jumat (8/11/2019) siang.
• Banyak Anak Buahnya Ditangkap KPK, Jaksa Agung Sebut Seleksi Alam
Kedua polisi itu bernama Aiptu Purwanto selaku Kanit Sabhara Polsek Sirenja, dan Aipda Nabud Salama selaku KSPKT 1 Polsek Sirenja.
Informasi yang diterima TribunPalu.com, peristiwa berawal setelah jajaran Polsek Sirenja melakukan olahraga pada Jumat pagi.
• Enam Tokoh Ini Bakal Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh Jokowi, Ada Profesor
Lalu, Aiptu Purwanto melakukan pemeriksaan rutin kebersihan barang inventaris milik Polsek Sirenja.
Saat membersihkan senjata api laras panjang jenis V2 Sabhara, seketika terjadi ledakan yang diduga dari senjata api laras panjang tersebut.
Tembakan senjata itu mengenai bagian kepala Aipda Nabut Salama, yang saat itu ikut mendampingi pemeriksaan rutin kebersihan barang inventaris milik Polsek Sirenja.
• Tak Bisa Jadi Dewan Pengawas KPK, Antasari Azhar: Tujuan Mereka yang Mengerjai Saya Tercapai
Tembakan juga memantul di sejumlah bagian dinding di dalam ruangan Polsek Sirenja.
Melihat kejadian tersebut, Aiptu Purwanto ketakutan dan diduga langsung menembak dirinya sendiri menggunakan senjata api laras pendek.
"Untuk kronologinya ini lagi pendalaman, yang jelas ada anggota 2 kena peluru, senjatanya V2."
• Peluru Tajam Pembunuh Mahasiswa dan Lukai Ibu Hamil Sebenarnya Diniatkan Sebagai Tembakan Peringatan
"Tentang kejadiannya seperti apa, lagi pendalaman," kata Kapolda Sulteng Lukman Wahyu Harianto, saat menjenguk keduanya di RS Bhayangkara Palu, Jumat siang.
Mabes Polri membenarkan adanya dua anggota Polsek Sirenja, Polres Donggala, Sulawesi Selatan yang tertembak pada Jumat (8/11/2019) pagi.
Namun, pihak Mabes Polri tidak membeberkan lebih lanjut penyebab tertembaknya kedua polisi tersebut.
• Brigadir AM Tersangka Tunggal Penembak Randi dan Ibu Hamil, Lalu Siapa Pembunuh Yusuf Kardawi?
"Kejadian di Polsek Sirenja, Polres Donggala, Polda Sulteng, ya betul ada kejadian tersebut."
"Penyebabnya masih didalami," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).
Namun demikian, Dedi Prasetyo menyatakan, informasi yang didapatkannya sementara kedua korban masih dalam keadaan hidup.
• Posisi Wakil Panglima TNI Dinilai Cocok Diisi dari Unsur Angkatan Laut, Ini Alasannya
Keduanya masih dirawat intensif di salah satu rumah sakit di Donggala.
"Kedua korban saat ini sedang dirawat di rumah sakit di Donggala dan sedang ditangani tim medis di RS Donggala," terangnya.
Untuk menyelidiki kasus tersebut, Dedi bilang, kasus itu tengah ditangani oleh Propam Sulteng untuk mengetahui kronologi kejadian.
"Saat ini sedang ditangani dan didalami oleh Propam Polda Sulteng terkait kejadian tersebut," ucapnya.
Polisi Tembak Polisi di Depok
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan peristiwa penembakan oleh Brigadir Rangga Tianto (32) terhadap Bripka Rachmat Effendy (41).
Menurut Argo Yuwono, saat ini pelaku penembakan sudah diamankan pihaknya dan dalam pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya.
• Tagar PrayForHongkong Rajai Trending Topic Twitter, Buntut Demonstran Dipukuli Massa Diduga Preman
"Kejadian tersebut betul adanya," kata Argo Yuwono kepada Wartakotalive, Jumat (26/7/2019).
Saat ditanya apakah kronologi peristiwa seperti uraian laporan polisi yang beredar, Argo Yuwono mengiyakannya.
"Ya, betul seperti itu," ucap Argo Yuwono.
• Besok TKN Jokowi-Maruf Amin Dibubarkan
Ia juga mengiyakan bahwa pelaku sudah diamankan.
Sebelumnya, uraian laporan peristiwa yang beredar di kalangan wartawan, termasuk Wartakotalive, menyebutkan Brigadir Rangga Tianto (32), menembak Bripka Rachmat Effendy (41).
Bripka Rachmat Effendy disebut bertugas di Samsat Polda Metro Jaya. Sedangkan Brigadir Rangga Tianto, berdasarkan foto yang beredar, berdinas di Baharkam Mabes Polri.
Bak kerasukan setan, Brigadir Rangga Tianto menembak Bripka Rachmat Effendy secara membabi buta hingga tujuh kali tembakan.
• Suami Capek Kerja, Istri Malah Asyik Selingkuh di Hotel Lalu Digerebek Rekan Suami
Ketujuh kali tembakan itu disebut mengenai bagian dada, leher, paha, dan perut, sehingga korban meninggal di tempat.
Dalam uraian laporan disebutkan, peristiwa polisi tembak polisi itu bermula saat Bripka Rachmat Effendy menangkap pelaku tawuran, Fahrul Zachrie, dan menggiringnya ke markas Polsek Cimanggis, Kamis sekitar pukul 20.30 WIB.
Bripka Rachmat Effendy yang merupakan warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos, Depok, bermaksud melaporkan Fahrul Zachrie ke bagian SPK Polsek Cimanggis.
• Moeldoko Bilang Jokowi-Maruf Amin Bakal Didukung Koalisi Plus-plus
Laporan diterima langsung oleh Kepala SPK 1 Ipda Adhi Bowo Saputro.
Selain menggiring Fahrul Zachrie, Bripka Rachmat Effendy yang kala itu berpakaian bebas, turut membawa barang bukti celurit yang digunakan Fahrul Zachrie untuk tawuran.
Naik Pitam
Tak lama kemudian, masih berdasarkan laporan itu, orang tua Fahrul Zachrie, Zulkarnaen (46), datang ke Polsek Cimanggis.
Tak sendiri, Zulkarnaen turut mengajak Brigadir Rangga Tianto, yang juga berpakaian nondinas, untuk menemani.
Zulkarnaen dan Brigadir Rangga Tianto tertulis sama-sama warga Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok.
• Mantan Kepala Badan Intelijen ABRI Duga Kivlan Zen Masuk Jebakan
Setelah sama-sama bertemu di Polsek Cimanggis, Brigadir Rangga Tianto meminta agar Fahrul Zachrie jangan ditahan, melainkan dibina saja oleh orang tuanya.
Akan tetapi, permintaan Brigadir Rangga Tianto dibalas Bripka Rachmat Effendy dengan nada bicara tinggi.
"Proses sedang berjalan dan saya sebagai pelapornya," jawab Bripka Rachmat Effendy, dengan suara tinggi kepada Brigadir Rangga Tianto, seperti tersebut dalam laporan.
• TOK! DPR Setujui Jokowi Ampuni Baiq Nuril
Suara tinggi Bripka Rachmat Effendy rupanya membuat Brigadir Rangga Tianto naik pitam.
Dalam kondisi emosi, Brigadir Rangga Tianto langsung menghampiri Bripka Rachmat Effendy di ruangan SPK.
Ia lalu mengeluarkan pistol, lalu menembakkannya ke arah Bripka Rachmat Effendy sebanyak tujuh kali.
• Kuasa Hukum: Penahanan Soenarko Ditangguhkan, kenapa Kivlan Zen Tidak?
Peluru tersebut bersarang di bagian dada, leher, paha, dan perut Bripka Rachmat Effendy, hingga korban tewas seketika.
Disebutkan pula senjata api yang digunakan Brigadir Rangga Tianto menghabisi nyawa Bripka Rachmat Effendy adalah HS-9, pistol genggam semi otomatis kaliber 9 milimeter yang merupakan senjata standar anggota Polri. (Haqir Muhakir/Igman Ibrahim)