6 Hal Dibalik Kisah Haru Ibu Dampingi Anak Berkebutuhan Khusus, Lulusan Termuda UNY

Sang buah hati mendapatkan vonis berupa anak berkebutuhan khusus, Maria Clara Yubilea Sidharta atau biasa disapa Lala, jadi lulusan termuda di UNY.

6 Hal Dibalik Kisah Haru Ibu Dampingi Anak Berkebutuhan Khusus, Lulusan Termuda UNY
Dokumentasi Pribadi via Kompas.com
Maria Clara Yubilea Sidharta atau biasa disapa Lala (dua dari kanan) bersama keluarga dan ibunya, Patricia Lestari Taslim (dua dari kiri). 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Sang buah hati mendapatkan vonis berupa anak berkebutuhan khusus.

Akan tetapi vonis itu tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi.

Dengan dukungan dari orangtua, jadi pendorong dan penyemangat dalam meraih hal terbaik dalam hidup.

Adalah Maria Clara Yubilea Sidharta atau biasa disapa Lala.

Lala divonis dokter sebagai anak berkebutuhan khusus.

Justru dengan vonis itu meraih gelar sarjana dengan predikat cum laude pada Sabtu (31/08/2019) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan IPK 3,76 di usianya yang masih 19 tahun.

Lala didiagnosa dokter sebagai anak berkebutuhan khusus atau gifted dan memperoleh tantangan berupa kesulitan dalam berkomunikasi.

Namun Tuhan selalu maha adil, tantangan itu juga hadir dengan berkah tersendiri yaitu menjadi anak genius dengan IQ 145.

Jumlah Like di Facebook Disembunyikan?

Keselamatan di Jalan Tol, Ini Aturan di Jalan Tol yang Wajib Pengemudi Tahu

OJK Bikin Mini Portal Agar Mempermudah Pengawasan Fintech, Namanya Gesit

Terkena Darah Tinggi? Ada 16 Makanan yang Mudah Ditemui Bisa Menurunkan Hipertensi

Perjuangan sang Ibu, Patricia Lestari Taslim, juga sungguh dan sangat luar biasa dalam mendampingi Lala.

Secara khusus Patricia mengambil program S2 Pendidikan Luar Biasa di UNY demi memperoleh pengetahuan cara mendampingi sang anak.

Hasilnya, Lala berhasil menyabet prestasi di dalam maupun luar kelas.

Lala juga terpilih mewakili UNY dalam pertukaran pelajar ke Jerman dan menulis buku terkait anak berkebutuhan khusus.

“Mama sering bilang, vonis sebagai gifted dan tes IQ itulah awal musibah (karena semakin tinggi IQ umumnya menambah masalah komunikasi). Tapi ternyata dari penemuan dan bimbingan mama, musibah ini punya banyak potensi. Potensi yang Puji Tuhan dapat Lala maksimalkan,” kata Lala.

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved