Breaking News:

6 Hal Dibalik Kisah Haru Ibu Dampingi Anak Berkebutuhan Khusus, Lulusan Termuda UNY

Sang buah hati mendapatkan vonis berupa anak berkebutuhan khusus, Maria Clara Yubilea Sidharta atau biasa disapa Lala, jadi lulusan termuda di UNY.

1. Dianggap trouble maker

Dilansir dari laman resmi UNY, Lala diketahui sebagai anak gifted saat bergabung di sekolah dasar.

Mulanya, Lala sulit diatur guru dan sempat disebut sebagai trouble maker.

Predikat "nakal" ini membuat Lala harus berpindah ke beberapa sekolah sejak kelas 2 SD.

Tercatat hingga akhir jenjang SD, Lala sudah lima kali pindah sekolah.

Patricia selaku Ibu mengaku pada saat itu belum paham hal yang dihadapi putri semata wayang tersebut.

“Yang saya tahu (saat itu), Lala itu trouble maker. Saya memaksakan dia harus sekolah umum dan sekolah negeri. Namanya juga ibu, saya jujur saja waktu itu otoriter ingin anak saya sekolah. Apalagi saya mantan guru, dan suami saya (Rahardjo Sidharta) berprofesi sebagai dosen (Teknobiologi UAJY),” kenang Patricia.

Pengetahuan Patricia waktu itu terbuka ketika Lala mogok sekolah menjelang ujian nasional.

Mulanya, dia tidak mau lagi masuk sekolah karena merasa tidak nyaman dengan kegiatan belajar di sekolah dalam mempersiapkan ujian.

Namun setelah dipaksa, Lala akhirnya ikut menuntaskan ujian nasional agar bisa lulus dari sekolah tersebut.

Ajaibnya, meski terpaksa dan tanpa persiapan ujian, Lala lulus dengan nilai sangat memuaskan.

“Nilainya bagus-bagus. Saat itulah saya mulai memahami, bahwa kita harus ekstra tenaga mendampingi karena kebutuhan dia berbeda. Kita konsultasi ke dokter dan tes IQ pada 2013, IQnya pada saat itu 131, dan selalu naik setiap kami melakukan tes dua tahun sekali,” ujar Patricia.

Tes terakhir pada tahun 2017, Lala mencatatkan nilai 145 dalam tes IQ.

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved