Breaking News:

Kilas Balik

TERNYATA Korban Kriminal Otak Serangan KKB Papua yang Masih 17 Tahun Ini Tak Cuma TNI, Sipil Juga

Dikenal sebagai pimpinan sekaligus otak di balik serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, Egianus Kogoya telah menorehkan sejumlah catatan k

Editor: Andy Pribadi
Kolase facebook dan John Roy Purba/Istimewa
Egianus Kogoya (kiri), Otak Serangan KKB Papua yang Masih 17 Tahun 

Bahkan, Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letkol TNI Dax Sianturi yang setiap hari bersinggungan dengan kelompok mereka pun belum pernah bertemu dengan Egianus Kogoya,

Dax Sianturi beralasan, selama terjadi kontak senjata antara TNI dengan OPM, menurut Dax, sulit bagi pasukan TNI untuk memastikan keberadaan Egianus.

Sebab, anggota KKB selalu bersembunyi dalam hutan.

Tak hanya itu, keberadaan Egianus Kogoya juga sulit dipastikan, karena mereka selalu berpindah tempat setiap melakukan aksi.

Dax Sianturi pun mengaku tidak memegang data lengkap yang bersangkutan.

Sosok Egianus Kogoya baru diungkapkan oleh Victor Mambor, jurnbalis senior di Papua.

Victor Mambor, mengaku sempat bertemu dengan Egianus Kogoya pada Januari 2019 di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga.

Victor menggambarkan sosok Egianus seperti remaja.

Sosok Egianus Kogoya pimpinan KKB pembantai karyawan Istaka Karya di Papua.
Sosok Egianus Kogoya pimpinan KKB pembantai karyawan Istaka Karya di Papua. (FACEBOOK/TPNPB)

Begitu pun anak buahnya yang dinilai masih tergolong muda.

"Usianya sekitar 17-18 tahun, yang ada di sekitar Egianus juga masih remaja, usia belasan tahun," ucap Victor dikutip dari kompas.com, Rabu (31/7/2019).

Dari informasi yang ia dapat, Victor menyebut ayah Egianus bernama Silas Kogoya yang juga merupakan salah satu tokoh OPM.

Namun, kini ayahnya sudah meninggal.

Dari pembicaraan selama 15 menit, Victor menilai Egianus merupakan sosok terpelajar, berbeda dengan masyarakat lain yang ada di pegunungan.

Namun, Egianus yang mengetahui bahwa ia sedang berbicara dengan seorang Jurnalis meminta agar hasil pembicaraan mereka tidak diberitakan.

Egianus Kogoya yang disebut-sebut sebagai otak aksi KKB Papua ini berada di sebuah daerah terpencil.

Untuk bertemu dengan Egianus, Victor menyebut ada pihak lain yang tidak bisa ia sebutkan membantu untuk membuatkan janji.

Pertemuan pun diatur pada tengah malam.

Ancaman KKB Papua untuk boikot pemilu
Ancaman KKB Papua untuk boikot pemilu (facebook)

Sebelum bertemu, Victor Mambor memperkirakan, saat itu ia harus berjalan kaki sekitar 2 jam sebelum tiba di lokasi Egianus.

"Jalan gelap, saya ikut arahan saja. Saya tidak tahu itu kami jalan ke arah mana, sampai tiba di perkampungan," kata Victor

Rupanya, Egianus sudah menunggu Victor di dalam sebuah honai (rumah adat suku pegunungan).

Pertemuan pun berlangsung hanya sebentar, sekitar 15 menit.

Analisis Sidney Jones

Sebelumnya, seorang pengamat terorisme Sidney Jones menyebutkan, kelompok Egianus Kogoya merupakan sindikat dari Kelly Kwalik, komandan sayap militer Organisasi Papua Merdeka ( OPM).

Sedangkan Kelly Kwalik tewas dalam penyergapan polisi pada 2009 silam.

Peristiwa penembakan 19 pekerja di Nduga oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tak luput dari pengamatan pengamat terorisme Sidney Jones.

Sosok Egianus Kogoya pimpinan KKB pembantai karyawan Istaka Karya di Papua.
Sosok Egianus Kogoya pimpinan KKB pembantai karyawan Istaka Karya di Papua. (FACEBOOK/TPNPB)

Menurut pengamat terorisme Sidney Jones, Egianus Kogoya dan anak buahnya dikenal lebih militan dan mayoritas masih muda.

Mereka pernah membuat keributan pada Juli lalu saat mencegah pelaksanaan pemilu.

"Biasanya OPM ini terdiri dari faksi-faksi. Di Nduga, satu faksi yang berkuasa dan sempalan dari Kelly Kwalik yang dulu bergerak di Timika. Tapi orang-orang ini muda dan lebih militan," ujar pengamat terorisme Sidney Jones kepada BBC News Indonesia. (Putra Dewangga Candra Seta)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Catatan Kriminal Egianus Kogoya Otak Serangan KKB Papua yang Masih 17 Tahun, Korbannya Tak Cuma TNI

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved