Naik Helikopter TNI AD Saat Hendak Dilahirkan, Bayi Ini Diberi Nama Muhammad Satria Helly Perkasa
Peristiwa ini bermula pada Sabtu (27/7/2019) sekitar pukul 05.30 WITA, ketika Heriani hendak melahirkan.
Penulis: Sri Handriyatmo Malau |
HERIANI bersyukur dapat melahirkan putranya dengan selamat.
Hal itu berkat pertolongan dan kepedulian prajurit Satgas Tindak dan Tim Penerbang TNI Angkatan Darat (Penerbad), yang tergabung dalam Satgas Tinombala.
Bantuan dan kepedulian prajurit Satgas Tindak dan Tim Penerbad TNI mengevakuasi dirinya bersama sang jabang bayi menggunakan helikopter TNI AD, menjadi momen terindah bagi keluarganya.
• Bongsang Bambu Rekomendasi Anies Baswedan Dijual Rp 2 Ribu, Bisa Dibeli Mulai 7 Agustus di Pasar
Hal itu disampaikan Dansatgas TNI selaku Wakil Kepala Operasi Satgas Tinombala Kolonel Inf Dody Triwinarto, dalam keterangan tertulis, di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (31/7/2019).
Dansatgas mengungkapkan, diselimuti perasaan haru sekaligus bahagia, Heriani melalui Kadang, suaminya, menceritakan perasaan saat personel Satgas TNI menyambangi rumahnya di Desa Tagara Atas.
“Dengan berlinang air mata, Heriani bersyukur. Berkat pertolongan TNI, dirinya dapat melahirkan putranya dengan selamat,” ucap Dody Triwinarto.
• Anies Baswedan Sebut Ojek Online Angkutan Panas Berboncengan
Peristiwa ini bermula pada Sabtu (27/7/2019) sekitar pukul 05.30 WITA, ketika Heriani hendak melahirkan.
Namun, prosesnya tidak berjalan lancar, karena sang jabang bayi sudah keluar, tetapi pusar bayi masih menempel pada rahim si ibu.
“Kadang (38), suami Heriani, panik melihat keadaan istrinya, dan segera meminta pertolongan dukun (orang pintar) setempat untuk membantu persalinannya,” kisahnya.
• Punya Ilmu Mistis, Ini Alasan Abah Grandong Makan Kucing Hidup-hidup di Kemayoran
Namun, dukun tersebut tidak mampu mengatasi.
Sehingga, suaminya meminta pertolongan Kepala Kampung Tagara Atas dan saudaranya.
Saat itu, Arman (anggota Satgas Tinombala) dan beberapa anggota Pos Air Teh yang sedang memantau di daerah tersebut, membawa Heriani dengan cara ditandu menuju pos Satgas, yaitu Pos Air Teh.
• Pengamat Nilai Koruptor Lebih Takut Miskin Daripada Mati, Ini Hukuman yang Bisa Bikin Jera
Satu jam waktu perjalanan dari Tagara Atas menuju Pos Air Teh, dengan kondisi jalan bebatuan yang tidak rata, serta kanan kiri jalan ditumbuhi semak belukar.
Setibanya di Pos Satgas, melihat kondisi Heriani yang kian lemah, Komandan Pos Air Teh tanpa pikir panjang segera mengevakuasinya menggunakan helikopter TNI AD menuju Puskesmas terdekat.
“Jalur udara ini kita tempuh, karena tidak mungkin melalui jalan darat yang membutuhkan waktu hampir sembilan jam menuju Puskesmas Desa Sausu."
• ICW Minta Jokowi Larang Dua Putranya Ikut Pilwakot Solo, Kenapa?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/melahirkan-di-helikopter.jpg)