Penembakan di Selandia Baru

Tanggapi Aksi Teror di Selandia Baru, Ryamizard Ryacudu: ‎Marah Boleh tapi Jangan Balas Dendam

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu ‎mengimbau masyarakat tidak terpancing, apalagi sampai melakukan aksi balas dendam.

Tanggapi Aksi Teror di Selandia Baru, Ryamizard Ryacudu: ‎Marah Boleh tapi Jangan Balas Dendam
TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan keterangan kepada para awak media, mengenai pelecehan yang dilakukan perwira pertama militer Australia kepada Indonesia, di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2016). 

Gary Quinlan, Duta Besar Australia di Jakarta, menyatakan kekhawatirannya langsung di hadapan sejumlah petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019).

Ia berujar, balas dendam tersebut bisa saja berasal dari kelompok-kelompok seperti ISIS maupun Alqaeda.

Jadi Tersangka Sejak Oktober 2018, Neneng Hassanah Yasin Baru Ajukan Surat Pengunduran Diri

Alasannya, kata Quilan, korban peristiwa berdarah tersebut merupakan Umat Muslim.

"Kami (Australia) khawatirkan saat ini adalah balas dendam dari kelompok ISIS, kemudian Alqaeda, dan lainnya. Kenapa? Karena mereka (kelompok ekstremisme) merasa Umat Islam itu dzalimi. Itu (balas dendam) yang sangat kita khawatirkan," ujarnya.

Dirinya pun berharap masyarakat dunia dapat bersama-sama menjaga kedamaian dan keamanan.

Keponakan Minta Dewi Perssik Buktikan Keaslian Tubuh, Suaminya Merasa Dilecehkan

Lebih lanjut ia menegaskan, Australia sangat terbuka menerima imigran dari berbagai dunia, tanpa terkecuali dari negara-negara muslim.

"Australia memiliki sikap yang sama, adalah suatu negara yang begitu terbuka terhadap imigran mancanegara di mana saja, dari negara mana saja," tegasnya.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Australia, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat sedih, bukan hanya yang sedih adalah Umat Islam di New Zealand, terutama di Christchurch, di mana lokasi pembunuhan itu terjadi, juga kepada semua Umat Islam di dunia," papar Quinlan.

Karyawan Sedang Memasak Saat Ledakan di Mall Taman Anggrek Terjadi

Pada pertemuan itu, Dubes Quinlan mengungkapkan rasa duka cita mendalam atas kejadian yang menewaskan 50 orang itu, di mana 1 WNI meninggal dunia dan 2 lainnya terluka.

"Sekali lagi kami (Australia) menyampaikan belasungkwa kepada semua yang menjadi target kekejaman teroris tersebut, khususnya adalah dari warga Indonesia, satu yang meninggal dan dua masih menjalani perawatan di rumah sakit, seorang ayah dan seorang anak," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved