Penembakan di Selandia Baru

Tanggapi Aksi Teror di Selandia Baru, Ryamizard Ryacudu: ‎Marah Boleh tapi Jangan Balas Dendam

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu ‎mengimbau masyarakat tidak terpancing, apalagi sampai melakukan aksi balas dendam.

Tanggapi Aksi Teror di Selandia Baru, Ryamizard Ryacudu: ‎Marah Boleh tapi Jangan Balas Dendam
TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan keterangan kepada para awak media, mengenai pelecehan yang dilakukan perwira pertama militer Australia kepada Indonesia, di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2016). 

Sementara, Ketua Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Muhyiddin Junaidi mengatakan, Dubes Quinlan sengaja meminta waktu untuk bertemu MUI.

Karyawan: Ledakan di Mall Taman Anggrek Cuma Sekali tapi Kencang Banget

"Dubes meminta waktu kepada MUI untuk menjelaskan kasus yang terjadi di Selandia Baru. Kita sangat berterima kasih beliau datang," ujar Muhyiddin.

Pertemuan tersebut terjalin sekitar 1,5 jam dan dihadiri pula oleh sejumlah petinggi MUI.

Brenton Tarrant menyerang Masjid Al Noor, lalu berlanjut ke Masjid Linwood, yang cuma berjarak sekitar enam kilometer.

Tangkis Serangan Fitnah, Jokowi Bakal Kasih Sepeda kepada Pihak yang Masih Menyebutnya Antek Asing

Dia membawa lima senjata termasuk senapan dan bom. Brenton Tarrant menembak mati 41 orang di Masjid Al Noor dan 7 orang di Masjid Linwood. Satu orang lagi meninggal di rumah sakit.

Polisi setempat menangkap Brenton Tarrant, yang melakukan aksinya sambil menyiarkan secara langsung di Facebook, saat hendak melarikan diri menggunakan mobil van putih. 

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, aksi sadis Brenton Tarrant yang membunuh 50 orang di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, dikecam banyak pihak.

Lima Fakta ART Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan, Potong Ari-ari Pakai Gunting Kuku Lalu Dibekap Kain

Sehari setelah aksi teror itu, warga Australia berumur 28 tahun tersebut langsung diseret ke pengadilan setempat.

Brenton Tarrant disidang di Pengadilan Daerah Christchurch. Hakim memutuskan Brenton Tarrant bakal ditahan hingga 5 April 2019.

“Pelaku tidak mengajukan uang jaminan ataupun meminta agar namanya tidak disebut yaitu Brenton Harrison Tarrant,”kata jaksa, seperti diberitakan ABC pada Sabtu (16/3/2019).

Siapa yang Cocok Jadi Ketua Umum PSSI? Erick Thohir dan Ahok Menolak, Cak Imin Bersedia

Halaman
1234
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved