Kasus Ahmad Dhani

Fadli Zon Bilang Kasus Ahmad Dhani Operasi Politik untuk Rugikan Gerindra dan Prabowo-Sandi

WAKIL Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengunjungi Ahmad Dhani di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Rabu (20/2/2019).

Fadli Zon Bilang Kasus Ahmad Dhani Operasi Politik untuk Rugikan Gerindra dan Prabowo-Sandi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Musisi Ahmad Dhani berjalan usai sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019). Majelis Hakim memvonis Ahmad Dhani Prasetyo 1,5 tahun penjara terkait kasus ujaran kebencian. 

WAKIL Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengunjungi Ahmad Dhani di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Rabu (20/2/2019).

Fadli Zon mengaku hanya sebentar menemui Ahmad Dhani di sel.

"Ya saya pesan agar dirinya harus sabar dalam menghadapi proses hukum. Namun, Dhani tadi meminta agar ada kepastian hukum serta agar cepat selesai. Apalagi persidangannya juga tertunda dengan pemeriksaan saksi dan sebagainya," jelasnya kepada awak media, Rabu (20/02/2019).

Fadli Zon Ungkap Kondisi Penjara Tempat Ahmad Dhani Mendekam, Tidur Saja Harus Gantian

Fadli Zon sempat menjelaskan tentang kasus hukum Ahmad Dhani, dan menuding ada operasi politik dari para lawan politik.

"Menurut saya dan pendapat para ahli hukum, kasus ITE yang menimpa Ahmad Dhani ini hanya administratif dan bersifat abu-abu, serta spekulatif harus ditahan seperti ini," ujarnya.

"Saya kira ada semacam operasi politik untuk merugikan Partai Gerindra. Apalagi Ahmad Dhani juga merupakan caleg Gerindra untuk Dapil Jatim 1," sambungnya.

Aksi Pembegalan Handphone Makin Marak, Warga Diminta Tak Asyik Main Ponsel di Jalan

Fadli Zon pun menuding operasi politik tersebut dilancarkan untuk merugikan kubu Prabowo Subianto-Sandi.

"Selain caleg, Dhani juga merupakan juru kampanye dari Prabowo Sandi. Jadi saya kira operasi politik tersebut dari lawan politik dan itu terlihat jelas," tuturnya.

Namun, ia tak mau mengungkapkan siapa lawan politik yang ia maksud.

Ini Nama-nama Korban Luka Akibat Ledakan di Mall Taman Anggrek

"Pikir aja sendiri. Biar masyarakat yang menilai tentang ketidakdilan hukum. Apalagi, kasus yang menimpa tokoh, seniman, dan kiai yang kritis langsung ditindaklanjuti, seperti ada pengadilan dan penghukuman, dan itu banyak terjadi," bebernya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved