TOPIK
Hepatitis
-
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mengajak masyarat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari hepatitis akut
-
Jumlah kasus hepatitis akut misterius di DKI Jakarta bertambah menjadi 21 kasus dari sebelumnya hanya tiga.
-
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, terdapat 21 kasus dugaan hepatitis akut misterius di Jakarta.
-
Menurutnya, persoalan hepatitis akut misterius tidak hanya menjadi masalah Jakarta saja, tetapi Pemerintah Indonesia dan dunia.
-
Meski demikian, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana akan melakukan langkah preventif atau pencegahan agar warganya terhindar dari kasus itu.
-
Tri Ardhianto mengatakan memang ada laporan satu warga Bekasi yang sempat di rawat di Rumah Sakit Hermina, Kota Bekasi diduga menderita hepatits akut.
-
Oleh karena itu, DPR meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serius menangani kasus hepatitis misterius ini.
-
Gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh, dan buang air besar berwarna putih pucat.
-
Dinas Kesehatan DKI terus mengecek dan meneliti penyebab timbulnya hepatitis akut yang menyerang anak-anak.
-
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran penyakit ini.
-
Menurut Widyastuti, ketiga pasien anak tersebul berasal dari luar daerah yang dirujuk ke Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) di Ibu Kota.
-
Prof Hanifah menyarankan agar orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan hepatitis akut
-
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memasukkan vaksin hepatitis A dan B ke dalam vaksin yang wajib diberikan kepada anak.
-
Dengan menyiapkan makanan sendiri, orang tua pasti menjaga kebersihan dalam proses mengolahnya.
-
Hal ini sebagai dasar pengambilan kebijakan IDAI dalam menyikapi penyakit hepatitis misterius ini.
-
Dicky mengatakan, para epidemiolog juga belum dapat menjawab seberapa besar potensi hepatitis akut misterius ini meluas.
-
Sampai saat ini, investigasi terkait penyebab penyakit misterius ini terus dilakukan oleh pakar kesehatan dunia maupun Indonesia.
-
Sebelumnya ada tiga pasien anak dengan dugaan hepatitis akut, yang sempat dirawat di RSUPN Dr Ciptomangunkusumo Jakarta.
-
Hepatitis akut lebih banyak menyerang anak-anak, apa alasannya? Kenali gejalanya jangan sampai terlambat penanganannya
-
Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan, Covid-19 memang bisa membuat gangguan pada organ lain, termasuk lever.
-
Berdasarkan hasil investigasi, juga didapati satu kasus memiliki penyakit penyerta.
-
Menurutnya, tidak benar menghubungkan kejadian ini dengan vaksin Covid-19, karena sejauh ini tidak ada bukti ilmiah.
-
Saat ini pakar kesehatan dunia maupun Indonesia terus berupaya menginvestigasi penyakit yang pertama kali dilaporkan di Inggris ini.
-
Perempuan berhijab ini menyebut, ketiga pasien tersebut datang ke rumah sakit dalam kondisi berat.
-
Beberapa virus yang diduga berperan di antaranya Adenovirus 41, SARS-CoV-2, dan virus ABV.
-
Per 21 April, tercatat 169 kasus dilaporkan di 12 negara. Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun.
-
Gejala biasanya dimulai dari diare, mual, muntah, sakit perut yang kadang-kadang disertai demam ringan, kemudian berlanjut ke gejala Hepatitis.
-
Khususnya di Eropa, banyak yang menduga kemunculan subvarian atau varian baru dari Covid-19 bisa terlihat menyerang anak.
-
Menurutnya, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan diri dan makanan, serta melengkapi anak dengan imunisasi.
-
Ia mengatakan, banyak anak yang terinfeksi penyakit misterius ini, belum divaksin Covid-19.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved