Hepatitis

Tunggu Perkembangan, IDAI Belum Rekomendasikan PTM Ditunda Akibat KLB Hepatitis Akut

Hal ini sebagai dasar pengambilan kebijakan IDAI dalam menyikapi penyakit hepatitis misterius ini.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive.com/Gilbert Sem Sandro
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) belum merekomendasikan pembelajaran tatap muka (PTM) ditunda, di tengah kejadian luar biasa (KLB) hepatitis akut yang menyerang anak-anak. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) belum merekomendasikan pembelajaran tatap muka (PTM) ditunda, di tengah kejadian luar biasa (KLB) hepatitis akut yang menyerang anak-anak.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI Muzal Kadim menuturkan, pihaknya masih terus mengikuti setiap perkembangan kasus hepatitis akut, baik di tingkat dunia maupun di Indonesia.

Hal ini sebagai dasar pengambilan kebijakan IDAI dalam menyikapi penyakit hepatitis misterius ini.

Baca juga: Arus Balik Macet, Pegawai Kejaksaan Boleh Tak Masuk Kerja Senin Pekan Depan

"Sampai saat ini belum ada keputusan menyarankan (PTM ditunda)."

"Kita masih mengikuti perkembangan lebih lanjut."

"Kita masih investigasi benarkah masuk ke Indonesia."

Baca juga: One Way Bakal Diterapkan Hingga Semanggi Jika Kemacetan Panjang Arus Balik Terjadi

"Masih jarang-jarang atau sudah banyak kasus di daerah-daerah."

"Kita belum memutuskan itu," kata Dokter Muzal dalam konferensi pers virtual, Sabtu (7/5/2022).

Ia pun menyinggung ada potensi hepatitis akut ini akan meluas. Namun, tentu perlu dipastikan kembali, karena masih dalam tahap investigasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Baca juga: Satu Anggota Kontingen Garuda Pasukan PBB yang Bertugas di Kongo Meninggal karena Sakit Keras

"Ya bisa saja meningkat kasusnya. Masih dalam perkembangan, bisa saja kebijakan berubah-ubah setiap waktu."

"Bisa saja PTM ditunda kemungkinan, tapi melihat situasi ke depannya sesuai perkembangannya," papar Muzal.

Sebelumnya ada tiga pasien anak dengan dugaan hepatitis akut, yang sempat dirawat di RSUPN Dr Ciptomangunkusumo Jakarta.

Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas Dinamis, Kakorlantas Minta Pemudik Aktif Pantau Medsos Atau Radio

Namun, ketiganya meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda, dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memasukkan riwayat pajanan yang lebih rinci, dan tes virologi/mikrobiologi tambahan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved