TOPIK
Hepatitis
-
Ia memaparkan, dari jumlah tersebut, 40 kasus atau 57,1 persen telah diketahui penyebabnya.
-
Dari 24 kasus itu, tujuh pasien meninggal, yang terdiri dari tiga kasus probable, dan empat pending classification.
-
Menurut Arum dari tujuh suspek hepatitis akut di Jakarta Barat, tiga orang sudah keluar dari rumah sakit, sedangkan empat lainnya masih dirawat.
-
Untuk kondisi di Indonesia, ia mengatakan tinggal menunggu informasi terbaru hasil penelitian dugaan penyebab hepatitis akut tersebut.
-
Keputusan itu tertuang dalam SE tentang tata laksana hepatitis akut pada anak yang belum diketahui penyebabnya.
-
Dari jumlah tersebut, satu pasien bersatus probable, dan 15 lainnya berstatus pending classification.
-
Direktur Utama RSPI Sulianto Saroso ini mengatakan, terdapat perubahan jumlah kasus hepatitis akut, dari awalnya dua menjadi satu kasus.
-
Namun setelah ditelusuri dan diteliti lebih lanjut, satu pasien dinyatakan meninggal karena terjangkit virus lain.
-
Pembiayaan pasien akan disesuaikan dengan kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
-
Kabar baik itu diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril SpP MPH.
-
Dwi Oktavia menduga, pola penyebaran penyakit ini melalui saluran pencernaan, entah dari orang yang telah terpapar maupun penjamah makanan.
-
Saat ini masih dicurigai penularan hepatitis akut melalui saluran nafas dan saluran pencernaan.
-
Dan untuk Hepatitis misterius saat ini, kasus pandemi di dunia mulai melandai di sebagian negara.
-
Dirut RSPI Sulianti Saroso ini pun meminta masyarakat, terutama orang tua, lebih peduli terhadap kesehatan anak.
-
Saat ini sudah ada tiga anak yang meninggal dunia di RSUPN Dr. Ciptomangun Kusumo, Jakarta Pusat karena suspek hepatitis akut misterius.
-
Pemerintah berharap kasus kejadian luar biasa (KLB) hepatitis akut, tak bertambah.
-
Peran orang tua dan sekolah penting untuk berkolaborasi melakukan pencegahan penyakit yang menyerang anak-anak ini.
-
Kemenkes juga menambah tiga laboratorium pemeriksa sampel pasien yang bergejala hepatitis akut.
-
Mendeteksi Hepatitis akut haruslah mendapatkan tanda gejala yamg mengarah pada gejala Hepatitis akut.
-
Direktur RSPI Sulianti Suroso ini mengatakan, tim bekerja untuk merumuskan setiap langkah penanganan.
-
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan meminta Dinas Kesehatan untuk mengantispasi penyebaran penyakit ini.
-
Rahmad memastikan, permasalahan penyakit hepatitis akut ini menjadi perhatian sekaligus juga prioritas dari Komisi IX DPR.
-
Muntah dan hilang nafsu makan mempunyai persentase yang sama yakni, sebanyak 50,0 persen atau sembilan pasien.
-
Sebanyak 18 kasus itu tersebar di tujuh provinsi, 12 kasus terbanyak berada di DKI Jakarta.
-
Dari laporkan Kementerian Kesehatan hingga 11 Mei 2022, ada 18 kasus bergejala hepatitis akut yang ada di Indonesia.
-
Dicky menuturkan, kecil kemungkinan fenomena Hepatitis akut menjadi pandemi.
-
Dinkes meminta semua pihak waspada mengenai penyakit yang belum diketahui sumber penyebabnya ini.
-
Peneliti dan pakar kesehatan masih melakukan riset untuk mencari tahu apa penyebabnya. Namun, beberapa hipotesa terus bermunculan.
-
Helmi mengingatkan agar sejumlah puskesmas melalui tenaga kesehatan untuk gencar menyosialisasikan
-
Hal ini menyusul kegiatan PTM yang mulai dilaksanakan 100 persen, pada Kamis (12/5/2022).
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved