Hepatitis
RSUD Jadi Rujukan Pasien Bergejala Hepatitis Akut, Laboratorium Pemeriksa Sampel Ditambah
Kemenkes juga menambah tiga laboratorium pemeriksa sampel pasien yang bergejala hepatitis akut.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kementerian Kesehatan menunjuk rumah sakit (RS) di bawah Kemenkes, sebagai fasilitas kesehatan rujukan bagi pasien bergejala Hepatitis akut.
"Jadi kita sudah meminta pemerintah daerah menunjuk rumah sakit umum daerah sebagai rujukan penanganan kasus Hepatitis akut," kata Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi, dalam kegiatan virtual, Jumat (14/5/2022).
Sedangkan untuk rujukan nasional, disiapkan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta.
Baca juga: Pekan Depan Komisi IX DPR Bakal Bahas Hepatitis Akut dengan Kementerian Kesehatan
"Jadi semua siap juga untuk memberikan pengobatan," imbuh perempuan berhijab ini.
Kemenkes juga menambah tiga laboratorium pemeriksa sampel pasien yang bergejala hepatitis akut.
Sebelumnya hanya laboratorium FKUI, kini ditambah laboratorium RSPI Sulianti Saroso, laboratorium nasional di Litbangkes Kemenkes (laboratorium penyakit infeksi Prof Dr Sri Oemijati), dan Nusantik.
Baca juga: Di Depan Kongres AS, Jokowi Bilang Apa yang Terjadi di Ukraina Bisa Dialami Indo Pasifik
"Ini adalah beberapa laboratorium yang kita siapkan kalau daerah akan mengirimkan pemeriksaan sampel pasien," jelasnya.
Meski belum diketahui pasti penyebabnya, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI Prof Dr dr Hanifah Oswari SpA menyebutkan, secara umum gejala awal penyakit Hepatitis Akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan.
Selanjutnya, gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh, dan BAB berwarna putih pucat.
Baca juga: 18 Pasien Suspek Hepatitis Akut di Indonesia Tak Alami Gejala Sesak Napas
Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, orang tua diminta segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal.
Jangan menunggu hingga muncul gejala kuning, bahkan sampai penurunan kesadaran.
Karena, kondisi tersebut menunjukkan infeksi Hepatitis sudah sangat berat. Jika terlambat mendapatkan penanganan medis, maka momentum dokter untuk menolong pasien sangat kecil. (Rina Ayu)