Berita Tangerang
Sampah Menggunung di Pasar Jombang Ciputat, Melebihi Atap Pasar
Tumpukan sampah sejak akhir tahun mengganggu aktivitas Pasar Jombang dan menurunkan omzet pedagang.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Masalah tumpukan sampah di Pasar Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, belum terselesaikan meski terjadi sejak akhir Desember 2025.
- Sampah menggunung hingga setinggi atap pasar, menimbulkan bau menyengat, belatung, dan air lindi yang menggenang.
- Pedagang mengeluhkan aktivitas jual beli terganggu dan omzet turun hingga separuh.
- Meski status darurat sampah berakhir 5 Januari 2026, kondisi di lapangan dinilai masih jauh dari normal.
WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - CIPUTAT - Masalah tumpukan sampah di kawasan Pasar Jombang di jalan Jombang Raya No 41 RT 4 RW 13, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, belum juga terselesaikan meski telah berlangsung sejak momen pergantian tahun.
Pantauan TribunTangerang.com (Warta Kota Network), pasar yang hanya berjarak 100 meter dari Stasiun Sudimara itu tercium bau bangkai yang menyebar ke sekeliling.
Sebelum memasuki area Pasar Jombang, terlihat gunungan sampah yang sudah setinggi atap pasar. Sebagian tumpukan sampah ditutupi terpal biru, sementara air lindi menggenang dan berserakan di jalanan pasar.
Lalat menyerbu dagangan pedagang, dan belatung bahkan terlihat masuk ke dalam barang dagangan.
Sampah yang kembali menumpuk saat Tahun Baru 2026 hingga kini kembali menggunung dan mengganggu aktivitas pedagang serta warga sekitar.
Menurut pengakuan Imas, tumpukan sampah mulai terlihat sejak akhir Desember lalu.
Sejak saat itu, sampah tidak rutin diangkut dan dibiarkan menumpuk di sekitar area pasar, bahkan hingga meluber ke badan jalan.
Baca juga: Pasar Bintaro Darurat Sampah, Lapak Dagangan Amad Diserang Belatung
“Ini sampah dari tahun baru, belum tuntas diambil,” ujar Imas, pedagang bumbu dapur kepada TribunTangerang.com, Ciputat, Tangsel, Selasa (6/1/2026)
Perempuan yang telah berjualan di pasar Jombang selama 6 tahun mengatakan lebih dari satu bulan terakhir, sampah baru sekali diangkut secara penuh.
Namun, kondisi tersebut hanya berlangsung sementara. Beberapa hari kemudian, sampah kembali menumpuk dan menutup akses di depan lapaknya.
Akibat tumpukan sampah itu, aktivitas jual beli terganggu.
Jalan di depan lapak menjadi sempit, aliran air tersumbat, dan bau menyengat kerap tercium.
Imas mengaku omzet dagangannya turun hingga separuh karena pembeli enggan mendekat.
“Kalau sudah bau dan jalannya ketutup, orang pilih belanja ke tempat lain,” ujar Imas.
Selain mengganggu aktivitas ekonomi, tumpukan sampah juga berdampak pada kondisi lingkungan pasar.
| Harga Pangan di Tangerang Stabil Usai Lebaran, Disperindag Pastikan Stok Aman |
|
|---|
| Pemkot Tangsel Wajibkan Pendatang Lapor ke RT/RW dalam 2x24 Jam, Ini Alasannya |
|
|---|
| WFA Diterapkan Selama Libur Lebaran, Rusdi Alam Minta Pelayanan Publik Tetap Lancar |
|
|---|
| Belum Ada Kedatangan WNI dari Iran di Bandara Soekarno-Hatta, Kloter Pertama Dijadwalkan Tiba Besok |
|
|---|
| Exit Tol Jakarta–Tangerang KM 25 di Curug Tangerang Target Dipakai Pertengahan 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Kondisi-Pasar-Jombang-Jalan-Jombang-Raya-Ciputat-Kota-Tangerang-Selatan.jpg)