Berita Tangerang
Pasar Bintaro Darurat Sampah, Lapak Dagangan Amad Diserang Belatung
Status darurat sampah berakhir, namun tumpukan sampah masih menumpuk dan bikin pedagang merugi.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Status tanggap darurat pengelolaan sampah telah berakhir pada 5 Januari 2026. Namun sehari berselang, tumpukan sampah masih terlihat menggunung di Pasar Modern Bintaro Mas, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Selasa (6/1/2026).
Pantauan TribunTangerang.com (Warta Kota Network), tumpukan sampah terlihat berada tepat di depan lapak pedagang pisang. Gunungan sampah tersebut hampir menutupi lapak karena tingginya melebihi atap tempat berjualan.
Lalat tampak berterbangan dan menyerbu dagangan pisang milik seorang pedagang paruh baya bernama Amad.
Selain menimbulkan bau menyengat, tumpukan sampah itu juga mengeluarkan air lindi hitam yang telah mengalir hingga ke area tokonya.
Amad mengaku sampah di depan tempat ia berjualan sudah lama tidak diangkut.
Menurutnya, keterlambatan pengangkutan sampah terjadi karena lokasi pembuangan mengalami longsor sehingga proses pemindahan terhambat.
Meski tumpukan sampah berada sangat dekat dengan lapaknya, Amad menyebut dampak paling terasa adalah berkurangnya pembeli.
Baca juga: Pramono Segera Resmikan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan
Bau menyengat dan munculnya belatung membuat pelanggan enggan mendekat.
Bahkan, belatung dari sampah tersebut kerap merambat hingga ke area dagangannya.
"Yang belanja jadi sepi, baunya menyengat, ada belatung juga,” ujar Amad kepada TribunTangerang.com, Ciputat Timur, Tangsel, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya sampah masih bisa dibuang ke dalam area penampungan.
Namun karena kapasitas diperkecil dan terkendala listrik, sampah akhirnya dikeluarkan dan menumpuk di luar.
Akibatnya, kondisi lingkungan sekitar menjadi tidak nyaman.
Dampak ekonomi pun tak terhindarkan. Amad mengungkapkan, sebelum adanya tumpukan sampah, omzet hariannya bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.
Kini, pendapatannya menurun drastis, hanya berkisar Rp500 ribu hingga Rp800 ribu.
| Berawal dari Rumah, Komunitas Pilah Sampah di Tangsel Kini Kelola 8 Ton Sampah per Tahun |
|
|---|
| Ponsel, Gunting dan Pisau Ditemukan Petugas saat Sidak Blok Hunian Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang |
|
|---|
| Kondisi Pertigaan Tanah Tingal, Titik Banjir dan Macet Parah di Ciputat Tangsel |
|
|---|
| Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Tangerang Resmi Luncurkan Buku Bunda PAUD |
|
|---|
| Asap Pembakaran Sampah Masih Terlihat di Tangsel, BRIN Soroti Lemahnya Sistem Pengelolaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/SAMPAH-Kondisi-Pasar-Bintaro-Tangsel-pada-Selasa-612026.jpg)