Berita Tangerang
Pasar Bintaro Darurat Sampah, Lapak Dagangan Amad Diserang Belatung
Status darurat sampah berakhir, namun tumpukan sampah masih menumpuk dan bikin pedagang merugi.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Dwi Rizki
“Dulu rame, sekarang jauh berkurang,” kata Amad.
Amad yang sudah berjualan di lokasi tersebut selama puluhan tahun mengatakan, gangguan ini baru dirasakan dalam satu setengah bulan terakhir.
Selain mengganggu aktivitas jual beli, tumpukan sampah juga sempat menutup akses jalan hingga menyulitkan kendaraan melintas.
Meski pemerintah menyatakan masa darurat sampah telah berakhir, Amad menilai kondisi di lapangan masih belum membaik.
Ia berharap sampah dapat segera diangkut agar aktivitas perdagangan kembali normal.
“Harapannya cepat diangkut, biar nggak kayak gini terus,” pungkasnya.
Status Tanggap Darurat
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin menjelaskan terkait status tanggap darurat masih dilakukan evaluasi kemungkinan perpanjangan status tanggap darurat pengelolaan sampah yang berakhir hari ini.
“Keputusan perpanjangan status tanggap darurat akan ditentukan berdasarkan kebutuhan dan hasil evaluasi kondisi pengelolaan sampah di lapangan,” ujar Asep.
Saat ini, seluruh perangkat daerah terkait masih melakukan evaluasi akhir terhadap dampak pengelolaan sampah terhadap masyarakat. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya.
Apabila hasil evaluasi menunjukkan kondisi masih memerlukan penanganan ekstra, maka status tanggap darurat akan diperpanjang.
Namun jika situasi sudah dinilai terkendali, penanganan akan dilanjutkan melalui mekanisme operasional normal dengan pengawasan ketat,” lanjutnya.
Meski demikian, Asep menegaskan upaya penanganan sampah tidak akan dihentikan, baik status tanggap darurat diperpanjang maupun tidak.
“Yang pasti, kami tidak akan menghentikan penanganan sampah. Upaya penanganan akan terus dilakukan secara maksimal sampai kondisi benar-benar stabil dan aman bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sudah Sebulan Penuh Sampah
Sepanjang Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, pemandangan tak sedap mata terlihat di ruas jalan penghubung Jakarta–Bogor pada Jumat (26/12/2025).
| UMKM Ramaikan Seba Baduy 2026, Stand Leuit Jadi Magnet |
|
|---|
| Kisah Satu Keluarga di Pondok Aren yang Terjebak karena Akses Ditembok Pemuda Pancasila |
|
|---|
| Kanwil Kemenkum Banten Dorong UMKM Daftar Kekayaan Intelektual |
|
|---|
| 3 Hari Banjir di Jalan Puspitek Tak Kunjung Surut, Mahasiswa Unpam Terpaksa Nyeker |
|
|---|
| Setiap Kali Hujan Seharian, Warga Setu Tangsel Curhat Selalu Kebanjiran: Sampai 2 Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/SAMPAH-Kondisi-Pasar-Bintaro-Tangsel-pada-Selasa-612026.jpg)