Berita Tangerang
3 Hari Banjir di Jalan Puspitek Tak Kunjung Surut, Mahasiswa Unpam Terpaksa Nyeker
Banjir tak surut 3 hari di Jalan Puspitek, mahasiswa Unpam terpaksa nyeker demi beraktivitas.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Banjir di Jalan Puspitek, Serpong, Tangsel, tak kunjung surut selama tiga hari dan mengganggu aktivitas warga serta mahasiswa Universitas Pamulang.
- Genangan hingga 30 cm membuat pejalan kaki harus melepas alas kaki, sementara lalu lintas tersendat.
- Warga menduga penyebabnya drainase yang buruk.
- Kondisi ini juga berdampak pada usaha warga dan memicu harapan agar pemerintah segera melakukan perbaikan.
WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Mahasiswa Unpam Kampus 2 terlihat berjalan tanpa alas kaki (nyeker) saat melintasi banjir di Jalan Puspitek, Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten pada Senin (20/4/2025).
Mereka melakukan hal tersebut demi tetap bisa beraktivitas di tengah genangan air yang merendam jalan.
Pantauan TribunTangerang.com, banjir terjadi sekitar 100 meter dari Universitas Pamulang Kampus 2, sehingga berdampak langsung dengan aktivitas kampus dan masyarakat sekitar yang melintas.
Di lokasi, terlihat pemandangan yang tidak biasa. Meski cuaca cerah, genangan air tetap menguasai ruas jalan sepanjang kurang lebih 200 meter.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari genangan dangkal hingga mencapai sekitar 30 sentimeter di beberapa titik. Hal ini membuat pengguna jalan harus berhati-hati saat melintas.
Sejumlah mobil tampak memperlambat laju kendaraan untuk menembus genangan, sementara pengendara sepeda motor juga harus ekstra waspada agar tidak tergelincir atau mengalami mogok.
Selain pengendara, para pejalan kaki paling merasakan dampaknya. Banyak di antaranya memilih melepas alas kaki agar lebih mudah berjalan melewati air yang menggenang.
Menurut keterangan warga sekitar, banjir di area tersebut telah berlangsung selama tiga hari tanpa penanganan yang berarti. Hingga kini, air belum juga surut meskipun kondisi cuaca terpantau cerah.
Terlihat sebuah bengkel motor di pinggir jalan terpaksa tutup karena air banjir masuk ke dalam. Pintu rolling door berwarna biru tampak tertutup, namun genangan air terus merembes masuk.
Baca juga: Gedung Ditjen Bina Pemdes di Pasar Minggu Jaksel Terbakar, Api Diduga dari Lantai Dasar
Kondisi ini terjadi karena posisi bengkel lebih rendah dibandingkan permukaan jalan raya. Akibatnya, setiap kali kendaraan melintas, air dari jalan mengalir dan semakin menggenangi area di dalam bengkel.
Seorang pedagang, Mila, mengatakan banjir tersebut sudah berlangsung selama tiga hari tanpa ada tanda-tanda surut.
"Ini dari Sabtu malam sampai sekarang, sudah tiga hari, airnya enggak surut-surut,” ujar Mila kepada TribunTangerang.com di Serpong, Tangsel, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, banjir sebenarnya kerap terjadi setiap kali hujan turun. Namun biasanya air cepat menghilang dan tidak bertahan lama seperti saat ini.
“Kalau biasanya habis hujan langsung hilang, paginya juga sudah enggak ada,” katanya.
Menurutnya, kondisi kali ini berbeda karena genangan justru menetap dan cenderung bertambah.
| Setiap Kali Hujan Seharian, Warga Setu Tangsel Curhat Selalu Kebanjiran: Sampai 2 Meter |
|
|---|
| Remaja Usia 16 Tahun Tewas saat Berkendara di Flyover Greendlake Kota Tangerang, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| WNA Inggris Ngamuk Bawa Sajam di Shelter Kucing Tangsel, Sudah Overstay Sejak 2025 |
|
|---|
| Imigrasi Bandara Soetta Terapkan WFH, Layanan Paspor dan Terminal Tetap Normal |
|
|---|
| Dinsos Kota Tangerang Gelar Korve, Pejabat hingga Staf Turun Bersihkan Kantor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/BANJIR-TANGSEL-Seorang-mahassiwa-Unpam-Kampus-2-nyeker-melintasi-banjir-di-Jalan-Puspitek.jpg)