Rabu, 13 Mei 2026

Eksklusi Warta Kota

Disnaker Tangsel Ubah Fokus: Bukan Sekadar Kerja, tapi Penghasilan

Disnaker Tangsel ubah fokus ketenagakerjaan. Bukan hanya mengurangi pengangguran, tapi memastikan warga punya penghasilan berkelanjutan

Tayang:
Warta Kota/Ikhwana Mutuah Mico
LAYANAN KETENAGAKERJAAN - Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan, Sabam Maringan di kantornya, Setu, yang menjelaskan secara mendalam transformasi layanan ketenagakerjaan di wilayahnya (foto : Ikhwana Mutuah Mico). 

Jadi untuk menjawab kebutuhan pencari kerja, kita membuat persyaratannya itu seminimal mungkin.

Kalau di tempat lain mungkin harus melampirkan atas satu. Kita fokus dulu menghubungkan antara pencari kerja dengan pemberi kerja atau perusahaan. Dan itu satu sisi.

Sisi kedua kita juga kan selalu berkomunikasi, Kita sering lihat juga ada perusahaan butuh admin satu orang gitu ya, yang datang bisa ratusan.

Bisa ratusan ya paling enggak disediain minum segala macem. Itu saya pikir hal yang harus kita carikan solusinya.

Bagaimana bukan hanya berpikir efisiensi buat pemerintah dan masyarakat, tapi juga dunia usaha tetap harus kita jaga.

Jadi ini ada dua arah, perusahaan bisa menayangkan kemudian orang melamar secara digital, tetapi ada juga kalau kebutuhannya tidak terlalu high skill, dia cari sendiri. 

Misalkan penjaga toko, tokonya di Serpong, kenapa nggak nyari masyarakat Serpong? Dia bisa eksplore langsung. Ketika udah ini kira-kira cocok.

Yang cocoknya itu kan, dia pengen nyari pekerja wanita, dia cari sejumlah wanita, diwawancarai mungkin, baikpun atau disuruh datang sehingga bisa. 

Jadi kita menghindari berpikir komprehensif, dan pembahasan yang udah cukup panjang lah dengan lakukan dunia usaha.

Seperti apa, Supaya ini semuanya mendatangkan kemaslahatan, buat semua pihak, termasuk kita.

Baca juga: Angka Pengangguran Tinggi, Disdik DKI Jakarta Diminta Perbaiki Kurikulum dan Tenaga Pengajar

Pak Sabam, banyak orang melihat masalah ketenagakerjaan itu sederhana, orang itu kerja atau tidak kerja. Bapak menyinggung hal yang menarik yang penting bukan sekadar bekerja, tapi punya penghasilan. Bisa dijelaskan?

Betul. Persoalannya itu bukan kerja atau tidak kerja. Tapi punya penghasilan atau tidak.
Karena ada yang bekerja, tapi tidak punya penghasilan.

Ada misalnya pekerja sosial, atau pekerjaan-pekerjaan yang memang tidak menghasilkan pendapatan cukup.

Di sisi lain, ada yang nggak bekerja dalam arti tidak menjadi pegawai, tapi punya pemahaman tentang saham, crypto, dan lain-lain, sehingga berpenghasilan bahkan lebih besar daripada pegawai biasa. 

Saya punya teman, anaknya di rumah saja, tapi karena paham saham, uangnya banyak, bisa sampai jalan-jalan ke luar negeri. Jadi dia tidak digaji, tapi berpenghasilan.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved