Kamis, 23 April 2026

Beras Oplosan

Pemprov DKI Upayakan Stok Beras Premium Pasca Kasus Oplosan

Pemprov DKI pastikan stok beras aman dua bulan ke depan. Meski beras premium masih langka, beras medium mudah ditemukan di pasar tradisional.

Wartakotalive/Yolanda Putri Dewanti
KETERSEDIAAN BERAS PREMIUM 0 Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan pihaknya masih mengupayakan ketersediaan beras premium di masyarakat setelah terjadinya kasus beras oplosan beberapa waktu lalu.(Foto: Yolanda Putri Dewanti) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih mengupayakan ketersediaan beras premium di masyarakat setelah terjadinya kasus beras oplosan beberapa waktu lalu. 

Kendati demikian untuk beras medium, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menjelaskan, ketersediaannya masih mudah ditemukan terutama di pasar tradisional.

“Soal kelangkaan beras premium ini sudah cukup lama kami upayakan, karena memang yang pertama untuk beras medium sebenarnya masih relatif mudah kita temukan di pasaran, khususnya di pasar tradisional,” ucapnya, Senin (6/10/2025).

Masyarakat pun diminta tak khawatir terkait ketersediaan stok beras di pasaran.

Hasudungan bilang, saat ini stok beras masih cukup aman untuk beberapa bulan ke depan.

Baca juga: Cabai dan Beras Naik Terus, Pemprov DKI Tawarkan 5 Cara Redam Harga

“Untuk beras, kebutuhan selama dua bulan itu kurang lebih 156.745 ton. Sementara ketersediaan kita kurang lebih 303.297 ton. Jadi cukup untuk dua bulan,” jelas dia.

Sedangkan soal kelangkaan beras premium di pasaran, Pemprov DKI Jakarta disebut Hasudungan tak bisa berbuat banyak.

Pasalnya, tempat penggilingan padi milik BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya belum dapat beroperasi imbas kasus beras oplosan yang sempat membuat geger beberapa waktu lalu.

“Pada saat kejadian kasus pengoplosan beras tersebut, penggilingan di Food Station itu disegel oleh Bareskrim Polri. Jadi, pada saat itu memang tidak diizinkan atau tidak diperkenankan untuk menggiling beras atau mengoperasikannya atau mengemas seperti itu,” ucapnya.

Baca juga: Cegah Kelangkaan, Bulog dan Satgas Pangan Polri Sidak Beras SPHP dan Premium di Jakarta

"Jadi itu sangat terkait sekali dengan ketersediaan atau produksi dari beras premium yang ada di Jakarta,” tambahnya.

Kondisi ini semakin diperparah dengan harga gabah kering di tingkat petani yang kini meroket tinggi.

Hal ini kemudian memicu produsen beras premium menahan diri untuk tidak membeli gabah kering dari petani.

Apabila harga pembeliaan tinggi, harga produksi juga tinggi, harga juga nanti otomatis tinggi.(m27)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved