Berita Jakarta
Cabai dan Beras Naik Terus, Pemprov DKI Tawarkan 5 Cara Redam Harga
Pemprov DKI Jakarta siapkan lima langkah atasi lonjakan harga pangan, mulai pemantauan pasar, pangan murah, hingga gerakan mobil keliling BUMD.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dian Anditya Mutiara
Dari pemantauan rutin hingga program pangan murah, Pemprov DKI klaim berupaya menahan laju kenaikan harga cabai, beras, dan telur yang bikin warga resah.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Lonjakan harga bahan pangan di Jakarta makin meresahkan warga, terutama cabai, beras, dan telur.
Menanggapi hal ini, Pemprov DKI mengumumkan lima langkah pengendalian untuk menahan gejolak harga di pasar
Diketahui, lonjakan harga sejumlah bahan pangan di Jakarta bikin masyarakat semakin resah mulai cabai, telur, hingga beras yang terus naik.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok mengatakan langkah pertama yang dilakukan dengan pemantauan rutin harga dan ketersediaan pangan di pasar tradisional maupun ritel modern.
“Cara ini dilakukan sebagai salah satu bentuk early warning system,” ucap Hasudungan Sidabalok, Rabu (24/9/2025).
Baca juga: Jembatan Nusantara Jaga Konektivitas Antarwilayah Mulai dari Bahan Pokok Hingga Hasil Pertanian
Langkah kedua, Pemprov DKI Jakarta menjalankan program pangan murah bagi masyarakat tertentu.
Lewat program ini, masyarakat bisa memberi paket berisi beras, daging ayam, telur ayam, daging sapi, ikan kembung, dan susu UHT dengan harga Rp126.000 per paket.
“Kami juga melakukan pengembangan teknologi pertanian perkotaan di lahan terbatas untuk menanam sayur, cabe dan bawang merah,” jelas dia.
Selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta mendorong peran BUMD pangan, seperti PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Dharma Jaya, dan Perumda Pasar Jaya untuk menggelar Gerakan Pangan Keliling.
Mobil keliling itu menjual beras, daging ayam, telur, daging sapi, cabai, bawang merah, gula pasir, minyak goreng, hingga bahan pangan olahan dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) atau di bawah harga pasar.
Baca juga: Pro Kontra PPN 12 Persen, Warga Cemas Harga Bahan Pokok Akan Ikut Naik dan Banyak Thrifting Ilegal
Terakhir, Pemprov DKI Jakarta akan mengoptimalkan peran BUMD seperti Perumda Pasar Jaya untuk menyalurkan beras medium SPHP lewat gerai-gerainya, baik di daratan maupun di kepulauan.
Hasudungan menegaskan, seluruh langkah ini merupakan upaya menahan laju kenaikan harga pangan.
“Kami terus memantau dan memastikan ketersediaan pangan cukup, harga terkendali, serta distribusi berjalan lancar,” ujarnya.
Meski begitu, efektivitas jurus ini masih dipertanyakan.
| Pembeli Pasar Tanah Abang Histeris Saat Mati Lampu di Sejumlah Wilayah Jakarta |
|
|---|
| Hidup di Bantaran Rel, Perjuangan Sri Mulyani Membesarkan Tiga Anak dengan Rp50 Ribu Sehari |
|
|---|
| Eksekusi Lahan di Cibubur Jaktim Ricuh, Petugas PN dan Warga Saling Pukul |
|
|---|
| Jurnalis Warta Kota Alami Kekerasan Saat Liputan Eksekusi Lahan di Jakarta Timur |
|
|---|
| Polda Metro Jaya Gencarkan Razia Knalpot Brong, Pelanggar Terancam Sanksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pemkot-Bogor-menegaskan-keberhasilan-menjaga-stabilitas-harga-pangan.jpg)