Berita Jakarta
Cabai dan Beras Naik Terus, Pemprov DKI Tawarkan 5 Cara Redam Harga
Pemprov DKI Jakarta siapkan lima langkah atasi lonjakan harga pangan, mulai pemantauan pasar, pangan murah, hingga gerakan mobil keliling BUMD.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dian Anditya Mutiara
Pasalnya, harga sejumlah komoditas seperti cabai rawit dan beras masih meroket di pasaran, membuat masyarakat tetap harus merogoh kocek lebih dalam untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta merespon terkait sejumlah harga komoditas pangan di Jakarta mengalami kenaikan cukup signifikan pada minggu ketiga September 2025.
Baca juga: Cegah Kelangkaan, Bulog dan Satgas Pangan Polri Sidak Beras SPHP dan Premium di Jakarta
Kepala KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan kenaikan harga terjadi pada komoditas hortikultura, peternakan, dan beras.
“Cabe merah keriting naik 12,68 persen, cabe rawit merah naik 5,54 persen, cabe merah TW naik 4,2 persen, telur ayam ras naik 1,79 persem, beras premium naik 1,56 persen, dan daging ayam ras naik 1,26 persen,” ucap Hasudungan, Selasa (23/9/2025).
Hasudungan menjelaskan, untuk komoditas hortikultura, kenaikan harga terjadi karena adanya penurunan pasokan dari daerah asal.
Hal ini dipicu tingginya curah hujan di daerah produsen, sehingga banyak petani yang mengalami gagal panen.
“Penyebab kenaikan harga komoditas hortikultura dikarenakan terjadinya penurunan pasokan antar minggu yang masuk ke Provinsi DKI Jakarta dikarenakan gangguan produksi yang diakibatkan tingginya curah hujan di daerah produksi sehingga hasil panen cepat busuk,” ujarnya.
Sedangkan untuk harga beras premium, harga masih relatif tinggi karena aktivitas distribusi beras dalam proses pemilihan setelah marak kasus beras oplosan.
Hasudungan mengeklaim, harga beras premium di pasar sudah mulai stabil sejak awal September 2025 kemarin.
“Beras premium sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah mulai tersedia di retail modern,” tuturnya.
Sementara untuk harga telur ayam dan daging ayam ras, kenaikan terjadi karena tingginya permintaan di pasaran, khususnya menjelang peringatan Maulid Nabi kemarin.
“Kenaikan harga telur ayam ras dan daging ayam ras disebabkan oleh kenaikan harga pakan sebagai akibat dari kenaikan permintaan saat libur panjang untuk perayaan Maulid Nabi,” kata Hasudungan.
Berdasarkan Info Pangan Jakarta per tanggal 22 September, berikut harga komoditas pangan yang mengalami kenaikan:
- Cabe Merah Keriting, Rp 69.900/kg
- Cabe Rawit Merah Rp 51.375/kg
- Cabe Merah Besar (TW) Rp 56.167/kg
- Telur Ayam Ras Rp 29.142/kg
- Ayam Broiler/Ras Rp 43.042/ekor
- Beras Setra I/Premium Rp 16.487/kg. (m27)
| Kurangi Sampah ke Bantar Gebang, PPSU Cawang Sulap Daun Kering Jadi Pupuk |
|
|---|
| Jasamarga Perbaiki Sejumlah Ruas Tol 8-16 Juni, Pengendara Diminta Waspada |
|
|---|
| Mobil Fortuner Dirusak Massa di Tanah Abang, Kapolsek: Pemiliknya Tak Buat Laporan |
|
|---|
| Kenneth DPRD DKI Harap Program Padat Karya Tak Sekadar Menyerap Tenaga Kerja Sementara |
|
|---|
| Pemprov Siapkan Lomba Pilah Sampah untuk Hotel, Cafe dan Restoran, Pemenangnya Dapat Insentif Pajak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pemkot-Bogor-menegaskan-keberhasilan-menjaga-stabilitas-harga-pangan.jpg)