Minggu, 12 April 2026

Beras Oplosan

Presiden Prabowo Marah pada 212 Perusahaan Beras Oplosan, Minta Segera Dipidana

Kemarahan Presiden Prabowo terhadap pengusaha beras yang mengoplos menjadi beras premium, tampaknya belum selesai. Dia minta semua dipidana.

Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Valentino Verry
Tribunnnews.com
BERAS OPLOSAN - Beras kualitas premium di minimarket ditemukan Satgas Pangan dan Kementan tak sesuai standard, hal ini bikin marah Presiden Prabowo Subianto. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto hingga Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara perayaan puncak hari lahir (harlah) PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2025) malam. 

Adapun sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Wakil Presiden ke-13 RI Maruf Amin, Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono dan Ketua DPR Puan Maharani. 

Kemudian nampak juga Ketua umum  Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Ketua DPR Adies Kadir, Ketua Fraksi Gerindra DPR Gerindra Budi Djiwandono hingga Ketua DPP PDIP Yasonna H Laoly.

Baca juga: Food Station Ikut Terseret, Pramono Anung Minta Kementan Transparan Usut Kasus Beras Oplosan

Baca juga: Presiden Prabowo Marah Minta Bos Beras Oplosan Bayar Rp 100 T atau Dipidana

Dalam pidatonya, Ketua Umum Gerindra itu menegaskan keseriusannya dalam memberantas praktik curang dalam tata niaga beras

Prabowo mengungkap bahwa permainan harga dan pengemasan ulang beras subsidi telah merugikan negara hingga Rp100 triliun setiap tahun.

“Sama dengan beras, bayangkan ya beras kita subsidi benih, kita subsidi pupuk, pabrik pupuk milik rakyat, milik negara, pestisida disubsidi, waduk-waduk dibangun oleh uang rakyat, irigasi-irigasi dibangun oleh uang rakyat, beras alat-alatnya pakai bahan bakar disubsidi oleh rakyat, begitu sudah digiling jadi beras... Yahh. Itu paket diganti beras yang disubsidi ini ditempel katanya beras premium harganya tambah 5.000–6.000, ini menurut saudara benar atau tidak?" kata Prabowo. 

Prabowo juga mengungkap bahwa permainan curang ini dilakukan oleh ratusan perusahaan.

“Sudah ada 212 perusahaan penggiling padi yang kita buktikan melanggar," ujarnya. 

"Ini mereka sendiri sudah mengakui karena dibawa ke laboratorium diperiksa. Ya, ini mereka harus kembalikan uang yang mereka nikmati dengan tidak benar,” ungkapnya.

Prabowo menilai praktik semacam itu sebagai kejahatan ekonomi yang merampas hak rakyat dan bertentangan dengan konstitusi.

“Ini adalah pidana. Ini nggak bener, ini pidana yang saya katakan kurang ajar itu, serakah," tegasnya. 

"Dorongannya adalah saya dapat laporan, satu tahun dengan permainan ini ya beras biasa diganti bungkusnya, dibilang premium, dijual ini hilang kekayaan kita, hilang 100 triliun tiap tahun. 100 triliun!" kata Prabowo. 

Kemudian Ia menegaskan, bahwa kerugian sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki layanan dasar bagi masyarakat.

“Gimana enggak mendidih kita dengar itu saudara-saudara, 100 triliun. Berarti kalau saya biarkan ini terus dalam 5 tahun, kita akan hilang 1.000 triliun. Dengan 1.000 triliun kita bisa perbaiki semua sekolah di Indonesia, kita bisa bantu semua rumah sakit, semua pesantren di seluruh Indonesia. 1.000 triliun," ujar Prabowo. 

Selanjutnya, Prabowo pun telah memerintahkan aparat penegak hukum untuk segera menindak praktik curang tersebut.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved