Minggu, 12 April 2026

Berita Kriminal

Pelajar Ditusuk Saat Tagih Utang, Seragam Bersimbah Darah

Salah satu pelajar bernama EL harus mendapat jahitan di wajahnya karena ditusuk menggunakan pisau oleh GG.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
ILUSTRASI PENGANIAYAAN-Ilustrasi penganiayaan dengan penusukan. Seorang pelajar ditusuk saat menagih utang sebesar Rp 1 juta kepada temannya di depan warung. 

WARTAKOTALIVE,COM, JAKARTA - Sejumlah anak sekolah terlibat baku hantam di salah satu warung yang ada di Jalan Galur RT 07/10 Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (31/5/2025).

Dalam rekaman CCTV, para remaja itu saling serang menggunakan tangan kosong dan jumlah salah satu kelompok remaja tak seimbang.

Sebab, kelompok remaja pertama berjumlah 3 orang dan kelompok lain lebih dari 6 orang.

Diketahui pelajar tersebut ditusuk saat menagih utang sebesar Rp 1 juta kepada temannya di depan warung. 

Tak sampai di situ, pada Senin (2/6/2025) sore, kedua kelompok remaja itu kembali berkelahi.

Salah satu siswa bernama EL harus mendapat jahitan di wajahnya karena ditusuk menggunakan pisau oleh GG.

Baca juga: Catat! Jam Masuk Sekolah hingga Jam Malam untuk Pelajar di Kabupaten Bogor Mulai Berlaku Rabu Besok

Ketua RW 10, Sukimin mengatakan, peristiwa penusukan tersebut berlangsung begitu cepat di lokasi kejadian. 

"Kami tahu setelah mendapat laporan dari warga adanya kejadian penusukan itu," jelasnya kepada Warta Kota, Selasa (3/6/2025).

Saat ditanya perkaranya karena masalah piutang, Sukimin menyatakan tidak mengetahui secara pasti. Sebab, remaja yang berkelahi di sana bukan dari lingkungan tempat tinggalnya.

Baca juga: Pelajar SMK di Duren Sawit Jaktim Ditangkap, Berawal dari Jual Beli Motor Bodong

Ia mengakui, salah satu warung di lingkungannya sering jadi tempat tongkrongan sejumlah remaja dari beberapa wilayah.

"Kami sudah meminimalisir tawuran maupun keributan antar remaja dengan mengaktifkan siskamling dan ronda. Kami juga sudah beri imbauan kepada pemilik warung agar tidak menjadi tempat nongkrong remaja," ujarnya.

Minta warga aktif

Sukimin menjelaskan, selain pemilik warung, pengurus RW juga sudah beri imbauan ke remaja yang sering berkumpul di sana.

Ia berpesan kepada warga untuk aktif memberi imbauan kepada para remaja agar tidak kumpul di sana lagi guna antisipasi keributan serupa.

"Kami enggak bisa setiap menit, jam atau setiap hari mantau mereka di sana," tuturnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved