Jumat, 15 Mei 2026

Iduladha 2025

Ini Lapak Sapi Limosin di Jakarta, Jaga Tradisi dan Kualitas Hewan Kurban

Ini Lapak Sapi Limosin di Jakarta, Jaga Tradisi dan Kualitas Hewan Kurban. Namanya Usaha Desa Lembu Gajah

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Wartakotalive.com/ Ramadhan LQ
LAPAK SAPI LIMOSIN - Nur Wahid (30), saat memberikan rumput kepada sapi di lapak hewan kurban milik orang tuanya bernama UD Lembu Gajah. Lapak hewan kurban ini memprioritaskan sapi limosin untuk menjaga tradisi dan kualitas. 

"Mayoritas yang kami jual itu limosin, rata-rata, jadi yang kami gemukkan di Jawa Timur banyakan limosin dan simmental," ucap dia.

Sebagian besar sapi berasal dari Jawa Timur, meskipun ada juga yang digemukkan langsung di Jakarta. 

Penggemukan dilakukan dengan penuh perhatian, dengan sapi kurban yang biasanya diambil dari petani berusia sekitar 1,5 hingga 2 tahun.

"Jadi kami gemukin selama 6 bulan atau setahun, jadi baru sampai sini tuh udah matang sapinya," kata dia.

"Jadi rata-rata kami rawat sapi itu dari 6 bulan sampai 1 tahun. Variatif, ada yang mulai dari bobot 350 kg, 450 kg, 500 kg, sampai 600 kg," sambungnya.

Proses perawatan yang teliti menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas sapi yang dijual. 

Pakan untuk sapi didatangkan dari berbagai daerah, seperti rumput dari Jakarta serta Bogor.

Sementara jerami didatangkan dari luar kota, dan konsentrat tersedia dari Bandung maupun Jakarta.

Limbah di lapaknya, seperti kotoran sapi, dikelola dengan baik dan aman. 

"Limbah sapi atau kotoran hewan sudah ada yang ambil dari Suku Dinas terkait di Jakarta Selatan," ujar Wahid.

"Untuk air bekas kencingnya, sudah ada saluran atau sepitank khusus untuk itu, jadi sudah aman," sambungnya.

Selain itu, kesehatan sapi juga menjadi prioritas utama. 

Setiap minggu, seorang dokter hewan rutin datang untuk memeriksa sapi-sapi di kandang. 

"Kami pastikan sapi di sini sehat, dan kami garansi sampai hari H. Artinya, kalau ada sapi yang sakit atau tidak layak dikurbankan, kami akan ganti dengan yang baru," tegasnya. 

Semua tindakan pencegahan dan perawatan dilakukan dengan sangat teliti agar sapi tetap dalam kondisi prima.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved