Berita Banten
Subandi Musbah Ingatkan Jangan Ada Nuansa Politis dalam Pemilihan Sekda di Banten
Menurutnya, posisi Sekda adalah jabatan penting yang membantu kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan
WARTAKOTALIVE.COM, BANTEN-Pengamat politik, Subandi Musbah, mengingatkan Gubernur Andra Soni agar tidak melakukan intervensi penilaian dalam proses tahapan pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda)
Subandi menilai, penentuan pengisian jabatan Sekda di lingkungan pemerintahan provinsi kerap menjadi tantangan bagi seorang Gubernur.
Integritas dan objektivitas Gubernur dalam mempersetujui nama-nama kandidat Sekda yang kemudian diserahkan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk dipilih menjadi Sekda definitif, bakal menjadi sorotan publik.
Subandi Musbah mengatakan, tidak menutup kemungkinan terjadi di Provinsi Banten, nuansa politis menjadi rintangan penetapan Sekda.
Akibatnya, rekomendasi tiga nama kandidat Sekda yang diusulkan oleh Panitia Seleksi (Pansel) untuk segera disampaikan kepada Presiden menjadi terhambat.
Sehingga, membuat durasi kekosongan jabatan Sekda semakin panjang, roda pemerintahan dalam melakukan pembangunan dan pelayanan publik demi terciptanya kesejahteraan masyarakat pun tidak optimal.
"Kekosongan jabatan Sekda definitif di Banten sudah lama terjadi, begitu pun di era kepemimpinan Andra. Bukan karena Banten tidak memiliki kandidat yang mumpuni, saya menduga kekosongan jabatan Sekda definitif terjadi karena nuansa politis yang begitu kental," ujar Direktur Eksekutif Visi Nusantara tersebut melalui keterangan tertulis, Senin (26/5/2025)
Menurutnya, posisi Sekda adalah jabatan penting yang membantu kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan.
Sekda memiliki peran vital dalam mengkoordinasikan seluruh perangkat daerah, menjadi penghubung utama antara kepala daerah dengan jajaran birokrasi di bawahnya.
"Sekda menjadi tokoh kunci dalam memastikan kelancaran dan efektivitas jalannya pemerintahan di daerah. Jadi bukan untuk kepentingan pribadi Gubernur apalagi kelompok tertentu," cetusnya.
Dia mengingatkan agar Andra Soni kedepankan objektifitas dalam menerima usulan Pansel yang telah dibentuknya setelah nantinya tiga nama kandidat Sekda disampaikan kepadanya.
"Sudah menjadi rahasia umum, setiap Gubernur pasti memiliki jagoan. Namun jika jagoannya tidak lolos, tidak perlu khawatir karena Pansel telah melakukan penilaian dengan indikator yang rijid, jangan kemudian dihambat dengan beragam alasan," cetusnya.
Skema sistem merit dalam manajemen talenta merupakan sebuah skema yang sudah dibuat secara proporsional dengan tujuan agar hasil penilaian membuahkan hasil yang terbaik bukan pada standar subjektifitas.
Manajemen talenta dengan sistem merit adalah tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan pendekatan yang obyektif berdasarkan kompentensi dan prestasi, didukung dengan keahlian, keterampilan, integritas, dan ketangguhan.
"Jika Andra Soni seorang negarawan, maka tidak ada alasan untuk menunda pelaksanaan apalagi menjegal pemilihan kandidat Sekda definitif. Sebab skema penilaian sudah diatur dalam undang-undang, sehingga buat apalagi ragu," ucapnya.
| Lansia di Pandeglang Terancam 2 Tahun Penjara usai Tebang Pohon Kecapi di TNUK untuk Renovasi Rumah |
|
|---|
| Meski Ekonomi Banten Tumbuh, Inflasi hingga Gelombang PHK Masih Jadi Ancaman |
|
|---|
| DPRD Banten Usulkan Tiga Nama, Dedi Kurnia Syah Sarankan Andra Soni Cari Sekda dari Luar |
|
|---|
| Ikuti Jejak Dedi Mulyadi, Gubernur Banten Andra Soni Putihkan Pajak Kendaraan yang Menunggak |
|
|---|
| Siswa 34 SD di Cikande, Banten Dapat Pelatihan Daur Ulang Limbah Kertas Jadi Kerajinan Kertas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Subandi-Musbah-Ingatkan-Andra-Soni.jpg)