Senin, 20 April 2026

Resmi Dilantik sebagai Kepala Perpusnas, Begini Perjalanan Karir E. Aminudin Aziz

Sebelum resmi dilantik sebagai Kepala Perpusnas RI, E. Aminudin Aziz telah menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Perpusnas selama 13 bulan.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Prosesi pelantikan E. Aminudin Aziz sebagai Kepala Perpusnas RI oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu’ti di Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kementerian Dikdasmen, Jakarta, pada Selasa (7/1/2025). 

“Oleh karena itu, saya sebagai kepala akan mengukuhkan program yang sudah diinisiasi 13 bulan terakhir, agar lebih terstruktur dan masif,” tandasnya.

Saat menjabat sebagai Plt Kepala Perpusnas pada 2024, kata dia, terdapat tiga program prioritas yang digagas yakni peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi, pengarusutamaan naskah Nusantara, serta standardisasi dan akreditasi perpustakaan.

“Saya ingin mengawal program prioritas yang sudah dibuat dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga lain yang mengusung program yang sama, sehingga literasi masyarakat Indonesia dan murid-murid di sekolah dari hari ke hari, menjadi semakin baik berkat fasilitas yang dibuat salah satunya oleh perpustakaan,” kata Amin.

Baca juga: Sempat Mati Suri, Lorong Bawah Tanah Blok M Mal di Jaksel Kini Jadi Destinasi Favorit Anak Muda

Baca juga: Dimana Hasto Berada Saat Rumahnya di Bekasi Tiba-tiba Digeledah KPK ?

Perjalanan Karir dan Pendidikan

Sebagai informasi, E. Aminudin Aziz ditetapkan sebagai Plt. Kepala Perpusnas pada 23 November 2023 lalu.

Sebelumnya, dia diangkat sebagai Kepala Badan Bahasa sejak 8 Mei 2020.

Selain aktif sebagai dosen dan peneliti linguistik, khususnya bidang Pragmatik (Teori Kesantunan Berbahasa), dia juga pernah menempati berbagai posisi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Pada akhir 2024, dia menorehkan prestasi masuk daftar 100 orang berpengaruh dalam bidang kecerdasan buatan tahun 2024 versi Majalah Time (TIME100 AI 2024).

Predikat ini diperoleh atas usaha Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam pelestarian lebih dari 700 bahasa daerah.

Badan Bahasa juga berhasil mengembangkan perangkat AI dan memiliki lebih dari 350 kamus untuk setiap bahasa yang unik.

Baca juga: Masih Diatur Swasta, Komisi VIII DPR RI Ungkap Biaya Haji Furoda Belum Terkontrol

Baca juga: Polisi Amankan Remaja yang Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Bocah 5 Tahun di Pancoran Jaksel

Jauh sebelum itu, dia pernah ditugaskan menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Republik Indonesia, di London, sejak Juli 2016.

Pada 2010-2011, dia menjabat sebagai Kepala Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kilas balik terkait riwayat pendidikannya,  Amin menempuh pendidikan terakhir di Departmen of Linguistics, Monash University, Australia, untuk Ph.D. Linguistics (1997-2000).

Di kampus sama, lebih dulu mengenyam pendidikan untuk jenjang Master of Arts in Linguistics (1994-1996).

Sebelumnya, Amin menyelesaikan pendidikan diploma dan sarjana di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Indonesia (1986-1991) di Bandung.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp ini

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved