Senin, 27 April 2026

Resmi Dilantik sebagai Kepala Perpusnas, Begini Perjalanan Karir E. Aminudin Aziz

Sebelum resmi dilantik sebagai Kepala Perpusnas RI, E. Aminudin Aziz telah menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Perpusnas selama 13 bulan.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Prosesi pelantikan E. Aminudin Aziz sebagai Kepala Perpusnas RI oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu’ti di Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kementerian Dikdasmen, Jakarta, pada Selasa (7/1/2025). 

WARTAKOTALIVE.COM —  Prof E. Aminudin Aziz MA PhD akhirnya resmi dilantik sebagai Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) setelah menjabat sebagai Plt selama beberapa bulan sebelumnya.

Pelantikan E. Aminudin Aziz sebagai Kepala Perpusnas RI itu dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu’ti di Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kementerian Dikdasmen, Jakarta, pada Selasa (7/1/2025).

Menteri Abdul Mu’ti menekankan kepada E. Aminudin Aziz sebagai pemimpin yang baru dilantik agar menjadi pribadi yang SANTUN.

“Harus menjadi pemimpin yang Setia, Amanah, Nasionalis, Teladan, Unggul, dan Ngemong,” terang Abdul Mu’ti.

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa Kementerian Dikdasmen memiliki tugas utama yaitu mencerdaskan anak bangsa.

Dia berharap inovasi dan terobosan cerdas yang tidak meninggalkan praktik-praktik baik yang telah dirintis sebelumnya.

Baca juga: Ini Barang-barang yang Disita KPK dari Rumah Hasto Kristiyanto di Bekasi

Baca juga: VIDEO Korban Pencabulan Guru Ngaji di Ciledug Bertambah Jadi 36 Orang

“Ini merupakan tugas yang sangat penting, yang menentukan harkat dan martabat bangsa di masa yang akan datang,” ujar Abdul Mu’ti dalam pernyataan resminya.

Jabat Plt 13 bulan

Seperti diketahui, sebelum resmi dilantik sebagai Kepala Perpusnas RI, E. Aminudin Aziz telah lebih dulu menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Perpusnas selama 13 bulan.

Pria yang akrab disapa Amin ini mengaku selama menjabat sebagai Plt dia menemukan banyak tantangan yang harus dihadapi untuk dicari jalan keluarnya.

Amin menjelaskan, tugas dan fungsi Perpusnas yang sesuai dengan regulasi adalah mengawal program literasi.

Untuk itu, pemahaman tentang perpustakaan sebagai tempat menyimpan buku dan koleksi, harus diperbarui.

“Perpustakaan tidak dapat lagi dimaknai sebagai tempat menyimpan buku dan koleksi, karena sejatinya sudah terjadi transformasi dari fungsi perpustakaan itu sendiri,” ujarnya.

Baca juga: Pasutri di Karawang Kisahkan Keganasan Tawon Predator, Sengatannya Nyaris Bikin Korban Pingsan

Baca juga: Gustavo Franca Selamatkan Persib Bandung dari Kekalahan Lawan Bali United, Hasil Imbang 1-1

“Saat ini, fungsinya adalah sebagai wahana orang untuk berpartisipasi mengembangkan kreativitasnya melalui fasilitas yang disediakan,” sambungnya.

Amin menekankan literasi masyarakat dapat ditingkatkan menjadi lebih baik dengan didukung oleh fasilitas yang ada di perpustakaan seperti naskah, koleksi, dan jejaring.

“Oleh karena itu, saya sebagai kepala akan mengukuhkan program yang sudah diinisiasi 13 bulan terakhir, agar lebih terstruktur dan masif,” tandasnya.

Saat menjabat sebagai Plt Kepala Perpusnas pada 2024, kata dia, terdapat tiga program prioritas yang digagas yakni peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi, pengarusutamaan naskah Nusantara, serta standardisasi dan akreditasi perpustakaan.

“Saya ingin mengawal program prioritas yang sudah dibuat dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga lain yang mengusung program yang sama, sehingga literasi masyarakat Indonesia dan murid-murid di sekolah dari hari ke hari, menjadi semakin baik berkat fasilitas yang dibuat salah satunya oleh perpustakaan,” kata Amin.

Baca juga: Sempat Mati Suri, Lorong Bawah Tanah Blok M Mal di Jaksel Kini Jadi Destinasi Favorit Anak Muda

Baca juga: Dimana Hasto Berada Saat Rumahnya di Bekasi Tiba-tiba Digeledah KPK ?

Perjalanan Karir dan Pendidikan

Sebagai informasi, E. Aminudin Aziz ditetapkan sebagai Plt. Kepala Perpusnas pada 23 November 2023 lalu.

Sebelumnya, dia diangkat sebagai Kepala Badan Bahasa sejak 8 Mei 2020.

Selain aktif sebagai dosen dan peneliti linguistik, khususnya bidang Pragmatik (Teori Kesantunan Berbahasa), dia juga pernah menempati berbagai posisi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Pada akhir 2024, dia menorehkan prestasi masuk daftar 100 orang berpengaruh dalam bidang kecerdasan buatan tahun 2024 versi Majalah Time (TIME100 AI 2024).

Predikat ini diperoleh atas usaha Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam pelestarian lebih dari 700 bahasa daerah.

Badan Bahasa juga berhasil mengembangkan perangkat AI dan memiliki lebih dari 350 kamus untuk setiap bahasa yang unik.

Baca juga: Masih Diatur Swasta, Komisi VIII DPR RI Ungkap Biaya Haji Furoda Belum Terkontrol

Baca juga: Polisi Amankan Remaja yang Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Bocah 5 Tahun di Pancoran Jaksel

Jauh sebelum itu, dia pernah ditugaskan menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Republik Indonesia, di London, sejak Juli 2016.

Pada 2010-2011, dia menjabat sebagai Kepala Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kilas balik terkait riwayat pendidikannya,  Amin menempuh pendidikan terakhir di Departmen of Linguistics, Monash University, Australia, untuk Ph.D. Linguistics (1997-2000).

Di kampus sama, lebih dulu mengenyam pendidikan untuk jenjang Master of Arts in Linguistics (1994-1996).

Sebelumnya, Amin menyelesaikan pendidikan diploma dan sarjana di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Indonesia (1986-1991) di Bandung.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp ini

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved