Kamis, 30 April 2026

Berita Jakarta

Cara Pembasmian Ikan Sapu-Sapu Dikritik MUI, Pramono Anung Bakal Libatkan Ahli

Penyesuaian ini akan melibatkan para ahli guna memastikan metode yang digunakan tidak bertentangan dengan prinsip etika

Tayang:
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
PEMBERSIHAN IKAN SAPU-SAPU - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memimpin langsung operasi pembersihan ikan sapu-sapu di Saluran RW 06, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/4/2026) pagi 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov DKI akan menyesuaikan metode pembasmian ikan sapu-sapu setelah dikritik MUI soal penguburan hidup-hidup, dengan melibatkan ahli agar sesuai etika dan agama.
  • Ikan sapu-sapu mendominasi hingga 60–70 persen perairan Jakarta dan mengancam ekosistem serta ikan lokal.
  • Penangkapan dilakukan masif dan rutin; hasilnya mencapai >6,5 ton, melibatkan PPSU dan lintas instansi.
  • Warga mendukung karena risiko kesehatan, sebab ikan dari perairan tercemar tidak layak konsumsi meski kadang diolah jadi makanan.

 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyesuaikan metode pembasmian ikan sapu-sapu setelah muncul kritik dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait praktik penguburan ikan dalam kondisi masih hidup. 

Penyesuaian ini akan melibatkan para ahli guna memastikan metode yang digunakan tidak bertentangan dengan prinsip etika, termasuk aspek keagamaan dan kesejahteraan hewan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pembasmian ikan sapu-sapu tetap menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan di Jakarta. 

Menurutnya, populasi ikan sapu-sapu saat ini sudah mendominasi biota air di ibu kota.

“Memang ikan sapu-sapu ini di biotik air Jakarta sudah lebih dari 60 persen. Bahkan ada laporan yang menyebut lebih dari 70 persen, meskipun itu masih kami dalami,” ujar Pramono di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam satu hari pelaksanaan pembersihan di wilayah Jakarta Selatan, pemerintah berhasil mengangkat lebih dari 3,5 ton ikan sapu-sapu. Secara total, jumlah tangkapan mencapai hampir 6,5 ton.

Pramono menegaskan bahwa penanganan ikan invasif ini tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus berkelanjutan dan sistematis.

Ke depan, Pemprov DKI akan mengerahkan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk melakukan pembersihan secara rutin.

“Kalau tidak dilakukan secara berkala, ekosistem air di Jakarta pasti akan rusak,” katanya.

Sudah Rahasia Umum Siomay Pakai Daging Ikan Sapu-sapu, Sudin KPKP Jaksel Ambil Langkah Pencegahan

Terkait kritik dari MUI yang menilai metode penguburan ikan hidup-hidup tidak sesuai dengan prinsip Islam, Pramono menyatakan pihaknya terbuka terhadap masukan tersebut.

Ia memastikan akan melibatkan para ahli untuk merumuskan metode yang lebih tepat.

“Mengenai saran dan kritik dari MUI, nanti saya minta yang ahli untuk menyesuaikan tata caranya,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, keberadaan ikan sapu-sapu yang kian mendominasi sejumlah titik di Sungai Ciliwung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved