Berita Nasional
Polisi Disentil No Viral No Justice, ini Kata Penasihat Kapolri, Kompolnas dan DPR
No viral no justice sindiran untuk kerja Kepolisian RI, lalu apa pendapat para elite polisi tentang ini ?
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polisi kena sentil dengan istilah 'No viral no justice'
Istilah itu bukan saja jargon masyarakat yang ditudingkan kepada Polri atas sejumlah fenomena hukum yang belakangan terjadi.
Istilah yang mengevaluasi kinerja aparat penegak hukum itu juga diamini para 'elite' polisi, dari mulai penasihat ahli Kapolri, Komisi III DPR RI hingga Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Pernyataan itu disampaikan saat ketiga pihak berbicara di forum Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Selasa (18/12/2024).
Seperti diketahui, maksud 'no viral no justice' adalah polisi baru menindaklanjuti satu perkara jika sudah viral.
Baca juga: Kasus Polisi Bunuh Warga di Kalsel, Saksi Kunci Gelisah Berhari-hari, Kembalikan Uang Diam dari AK
JIka tidak mendapat atensi publik, suatu perkara akan mandek.
Salah satu kasus yang membuat polisi mendapat cap buruk itu adalah kasus penganiayaan anak bos toko kue kepada pegwainya, di Cakung, Jakarta Timur.
Dwi Ayu Darmawati (19) dianiaya hingga dihina anak bos tempatnya bekerja, bernama George Sugama pada 17 Oktober 2024 lalu.
Dwi sudah lapor ke polisi beserta hasil visum hingga video rekaman penganiayaan.
Namun tidak ada progres berarti hingga Dwi trauma karena pelaku yang mengaku kebal hukum masih bebas.
Setelah viral sepekan terakhir, setelah dua bulan, polisi baru bergerak, dan akhirnya George ditangkap kemarin, Senin (16/12/2024).
Pada kasus yang lebih viral, contoh 'no viral no justice' adalah kasus Vina Cirebon.
Stelah kasus pembunuhan berencana itu terjadi pada 27 Agustus 2016 dengan menyisakan tiga daftar pencarian orang (DPO).
Tindak lanjutnya baru dilakukan delapan tahun berselang, ketika kasus tersebut viral kembali setelah difilmkan.
Baca juga: Isu Jadi Bekingan George Sugama Halim Anak Bos Toko Roti, Ini Kata TNI AD
Penasihat Kapolri : bergerak setelah viral
Penasihat ahli Kapolri, Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi, mengatakan, tabiat Polri yang baru mau bergerak setelah viral sudah terjadi sejak lama.
| Jadi Kandidat Kuat Pimpin PB IPSI Gantikan Prabowo Subianto, Menlu Sugiono: Kita Lihat Saja Nanti |
|
|---|
| Cak Rohim: Visi Garda Satu Sejalan dengan Ikrar Alumni Unhan RI |
|
|---|
| Pernyataan Saiful Mujani Picu Polemik, Pakar Beda Tafsir Soal Makar |
|
|---|
| Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Dipolisikan Atas Dugaan Makar dan Penghasutan |
|
|---|
| Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI: Prestasi Pemerintahan Nyata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/lambang-kepolisian-RIT3.jpg)