Minggu, 12 April 2026

G30S PKI

Keberadaan DN Aidit di Malam G30S PKI, Ternyata Sempat Dibawa Pasukan Cakrabirawa

Kisah dibalik malam penculikan para jenderal dalam peristiwa G30SPKI, keberadaan DN Aidit yang sempat dibawa orang berseragam militer.

|
istimewa
Tokoh PKI DN Aidit 

WARTAKOTALIVE.COM - Keberadaan DN Aidit saat peristiwa G30SPKI menjadi banyak pertanyaan orang, dia salah satu tokoh yang dituding dibalik penculikan tujuh jenderal. 

Gerakan 30 September 1965 atau lebih dikenal dengan G30S merupakan peristiwa penculikan dan pembunuhan enam jenderal serta satu perwira Angkatan Darat (AD). 

Latar belakang dari peristiwa ini adalah "kabar burung" atau isu adanya Dewan Jenderal yang berencana untuk mengkudeta Presiden Soekarno.

Namun, keberadaan Dewan Jenderal itu hingga kini masih menjadi misteri.

Karena ada isu kudeta itu, Pasukan Cakrabirawa, tim khusus yang bertugas untuk pengamanan presiden beserta sejumlah tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) merencanakan penculikan terhadap sejumlah jenderal.

Rencananya, para jenderal itu akan dihadapkan kepada Soekarno itu terkait isu kudeta yang berhembus. Namun, rencana ini justru berubah menjadi tragedi berdarah.

PKI yang dipimpin oleh Dipa Nusantara (DN) pun dituduh menjadi dalam di balik peristiwa ini. 

Baca juga: Amanda Manopo Tertantang Jadi Anak Pimpinan PKI di Film yang Didanai Denny Siregar

Keberadaan DN Aidit saat G30S Dikutip dari Kompas.com (30/9/2019), pada malam itu, Aidit sedang berada di rumahnya bersama sang istri, Soetanti.

Saat ia berusaha menidurkan putranya, Ilham Aidit pada 21.30 WIB, sebuah mobil Jeep tiba-tiba muncul di depan rumahnya.

Menanggap kedatangan mobil itu, Soetanti sempat membentak dua orang berseragam militer yang berada di depan pintu.

"Ini sudah malam!" bentak Soetanti. "Maaf, tapi ini darurat. Kami harus segera!" jawab mereka.

Aidit yang mendengar ketegangan tersebut keluar menemui tamunya, kemudian kembali ke kamar tidur untuk memasukkan beberapa pakaian dan buku ke dalam tas.

Soetanti sebenarnya melarang suaminya untuk pergi malam itu.

Namun, Aidit tetap pergi bersama dua orang berseragam militer, tanpa memberi penjelasan tujuan dan alasan di balik kepergiannya.

Sementara itu, Mayor (Udara) Soejono mengaku menjadi orang yang menjemput Aidit dan membawanya ke rumah dinas Menteri/Panglima Angkatan Udara, Laksdya Omar Dhani di Wisma Angkasa, Kebayoran Baru, Jakarta.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved