Kuliner

Empat Jenis Bubur Jadi Satu, Begini Kelezatan Bubur Kampiun Khas Bukittinggi yang Hadir di Palmerah

Empat Jenis Bubur Jadi Satu, Begini Kelezatan Bubur Kampiun Khas Bukittinggi yang Hadir di Palmerah, Jakarta Barat

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Bubur Kampiun khas Bukittinggi di Jalan Inspeksi Kali Grogol, Palmerah, Jakarta Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Pecinta kuliner manis di Jakarta nampaknya perlu mencicipi kudapan Bubur Kampiun khas Bukittinggi, Sumatera Barat. 

Pasalnya, bubur yang identik dengan ragam isian di dalamnya itu, kini dapat ditemui di Jalan Inspeksi Kali Grogol, Palmerah, Jakarta Barat.

Selain cocok untuk sarapan, bubur tersebut juga cocok dikonsumsi sebagai pengganjal lapar.

Rasa manis dari gula aren bercampur santan yang disiramkan ke atas bubur kampiun, membuat lidah tak bisa berhenti bergoyang.

Apalagi, isian bubur kampiun sangatlah beragam, mulai dari bubur sumsum, kacang hijau, ketan hitam, candil, dan lupis ketan di atasnya.

Sehingga, ada rasa gurih yang juga terasa dalam tiap suapan bubur kampiun tersebut.

Kali ini, Warta Kota mencoba menjajal kudapan langka tersebut. Dalam satu kali suapan, rasa legit yang bercampur gurih dari kelapa membuat bubur kampiun sangat kaya akan rasa.

Baca juga: HNI Ajak Masyarakat Jakarta Hidup Sehat dengan Olahraga dan Konsumsi Produk Pendukung Kesehatan

Baca juga: Festival Make Up Permanen Internasional Digelar di Indonesia, Dihadiri Perwakilan 38 Negara

Apalagi, isian yang beragam dalam satu mangkuk bubur kampiun membuat lidah tak bosan menikmatinya lagi dan lagi.

Pasalnya setiap suapan bubur, memberikan rasa yang berbeda ketika masuk ke dalam mulut.

Ada tekstur bubur yang sangat lembut dari bubur sumsum, tekstur kenyal dari candil, hingga tekstur padat dari bubur kacang hijau dan ketan hitam. 

Menurut penjual Bubur Kampiun di Palmerah bernama Andin, istilah kampiun berasal dari Sumatera Barat yang berarti dipadukan jadi satu.

Biasanya, kata Andin, ada sembilan macam bubur yang disajikan dalam satu mangkuk. Namun, bubur kampiun jualannya itu haya menyediakan lima jenis saja.

"Buburnya dicampur, kalau sebenarnya kampiun itu ada 9 macam. Tapi yang kami jual, kami sediain cuma 5, bubur kacang hijau, ketan hitam, candil, bubur sumsum, sama lupis," kata Andin saat ditemui di lokasi, Minggu (25/8/2024).

"Jadi kampiun artinya kumplit, sebenarnya, dikampiunin, dicampur," imbuh dia.

Adapun cara makannya, lanjut Andin, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari dikonsumsi dalam kondisi hangat, dingin, ataupun biasa saja.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved