Pemilu 2024

Maju Pilwalkot Bogor, Dedie A Rachim Ingin Bereskan Persoalan di Kota Bogor

Maju Pilwalkot Bogor, Dedie A Rachim Ingin Bereskan Persoalan di Kota Bogor

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Bakal Calon Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat wawancara eksklusif dengan Warta Kota (Tribun Network) pada Kamis (20/6/2024).  

Berbekal pengalaman menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Bogor selama 5 tahun terakhir, Dedie pun mengusung tagline Bogor Beres dalam Pilkada 2024 ini.

"Selama ini saya banyak membantu Kang Bima Sugiaryo membereskan beberapa persoalan. Sebut saja, Jalan R3 (Regional Rong Road) yang selama 10 tahun tidak bisa digunakan karena ada persoalan, Pasar Induk Kemang yang belasan tahun persoalan hukumnya belum terselesaikan," bebernya.

Persoalan lain yang gelah dibereskan adalah Alun-Alun Dewi Sartika yang dulu penuh lapak pedagang kaki lima (PKL) dan Taman Topi yang sebelumnya dipakai untuk kepentingan swasta kita kembalikan ke Pemkot Bogor untuk dijadikan alun-alun.

Tak hanya itu, masih ada persoalan Masjid Agung Kota Bogor yang selama 6 tahun tidak selesai pembagunannya.

"Sedikit demi sedikit kita bereskan dan akhirnya kini sudah selesai. Masjid Agung itu menyatu dengan Alun-Alun Bogor dan Stasiun Bogor serta Pasar Kembang. Kalau sudah dirapikan nanti, insyaallah menjadi kebanggaan kita semua," ungkap Dedie.

Dedie juga terlibat dalam penataan Jalan Suryakencana, Jalan Pedati, Jalan Lawang Saketeng dan persoalan PKL di Jalan Siliwangi, Warung Jambu, dan beberapa titik.

"Pelan-pelan kita bereskan. Apa yang kita lakukan mampu membuat Bogor lebih baik. Kedepan kalau kita bereskan dan tuntaskan persoalan-persoalan lainnya, masyarakat akan lebih bahagia. Bogor Beres itu menjadi suatu semangat bagi kita untuk membangun Bogor menjadi lebih baik," paparnya.

Dedie juga menyoroti persoalan anak-anak muda Generasi Z yang banyak terlibat tawuran dengan senjata tajam.

Dia melihat tawuran terkadang terjadi karena pengaruh media sosial dan kepentingan orang tertentu seperti penjual celurit. 

Apalagi tawuran juga kebanyakan terjadi di luar jam sekolah, kadang subuh atau dini hari.

"Sebetulnya saya optimis anak-anak muda Bogor masuk golongan berakhlakul karimah, dari sisi pendidikan juga cukup baik," kata Dedie.

Anak-anak Gen Z dan milenial di Kota Bogor, lanjut dia, seharusnya lebih punya karakter karena sarana-sarana keolahragaan di sini banyak sekali.

"Anak-anak di Bogor Selatan bisa main bola di GOR tertutup, begitu pun di Bogor Utara, Bogor Tengah dan Bogor Barat. Tahun ini kita bangun lagi di Lapangan Benteng," tuturnya.

Jika terpilih sebagai Wali Kota Bogor, Dedie akan memberikan penguatan-penguatan dari sisi keagamaan untuk mencegah terjadinya tawuran.

"Anak-anak Bogor harus dikenal sebagai anak-anak yang rajin, pintar, berakhlak, berkarakter dan penuh nikai-nilai kebaikan. Tujuannya agar bisa menjadi pilihan utama di pasar tenaga kerja sehingga dapat meraih posisi strategis. Itu yang perlu kita dorong," tandasnya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved