PPDB 2024
Sistem PPDB Online Diyakini Mampu Hindari Aksi Jual Beli Bangku Sekolah di Jakarta
Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo mengatakan sistem PPDB bisa mencegah aksi jual beli bangku sekolah saat tahun ajaran baru.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada 10 Juni 2024 mendatang.
Dinas Pendidikan menyiapkan kuota untuk siswa masuk ke sekolah negeri yaiti SD sekira 95.663, SMP 71.000 dan SMA 20.130 jiwa.
Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo mengatakan, sistem PPDB ini bisa mencegah aksi jual beli bangku sekolah.
Namun, kalau petugas atau pihak sekolah tidak menjalankan aturan yang sudah ada, maka praktik jual beli bangku masih ada.
"Baik petugas oprator PPDB ataupun petugas yang lain di sekolah harus bisa jalankan aturan," kata Heru, Selasa (21/5/2024).
Namun, Heru meminta kepada Dinas Pendidikan untuk terus memantau dan memgawasi proses PPDB di DKI Jakarta.
Baca juga: Disdik DKI Jakarta Siapkan 12 Posko PPDB 2024 Bantu Anak-anak Daftar Sekolah Negeri
Sehingga, kata Heru para siswa yang masuk ke sekolah negeri benar-benar sesuai dan memgikuti prosedur tanpa membeli bangku.
"Dan yang cukup penting perlunya pengawasan dari Dinas terkait maupun masyarakat berperan penting," tegasnya.
Heru menambahkan, sistem PPDB online ini juga bisa merangkul seluruh anak di Jakarta mendapatkan pendidikan.
Bahkan, melalui jalur PPDB ini para siswa yang sekolah tidak perlu mengeluarkan biaya karena masuk ke SD, SMP, SMA dan SMK negeri.
"Bisa merangkul anak-anak usia belajar bagi warga Jakarta dari berbagai lapisan masyarakat dalam pelayanan pendidikan," imbuhnya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan DKI terus perbaiki sistem pemerimaan siswa baru melalui jalur PPDB online yang berlangsung pada 10 Juni 2024 mendatang.
Baca juga: Disdik Pastikan PPDB DKI Jakarta 2024 Online Mencegah Jual Beli Bangku Sekolah
Wakil Kadis Pendidikan DKI, Purwosusilo mengatakan, penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online untuk hindari jual beli bangku.
"Kalau online itu ada transparan, akuntable, objektif dan realtime," terang Purwosusilo, Selasa (21/5/2024).
Menurutnya, ketika pendaftaran secara online maka akan dipantau langsung oleh publik dan tidak ada yang bisa bermain mata.
Setor Uang Jutaan Tapi Tak Lolos PPDB, Puluhan Orangtua di Bogor Protes ke SMPN 3 Citeureup |
![]() |
---|
Demo Kembali Digelar di SMAN 4 Depok, Orang Tua Tuntut Anaknya Diterima dan Ancam Dirikan Tenda |
![]() |
---|
Masih Banyak Terima Keluhan pada PPDB 2024, DPRD DKI Minta Disdik Jakarta Lakukan Evaluasi |
![]() |
---|
Fenomena Bangku Sisa Usai PPDB Rentan Dicurangi, Pengamat: Itu Tindakan Biadab dan Culas |
![]() |
---|
Didemo Karena Banyak Siswa Miskin Ditolak Masuk SMAN 4 Depok, Ini Penjelasan Disdik Jabar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.