Berita Jakarta

Waspadai DBD, Warga Jakarta Diminta Koordinasi dengan Jumantik Berantas Sarang Nyamuk

Warga Jakarta diminta mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) dan berkoordinasi dengan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk memberantas sarang nyamuk.

dok. Freepik.com
Warga Jakarta diminta mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) dan berkoordinasi dengan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk memberantas sarang nyamuk. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Warga Provinsi DKI Jakarta diminta mewaspadai demam berdarah dengue (DBD). Masyarakat juga diminta berkoordinasi dengan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam memberantas sarang dan jentik nyamuk.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengatakan, masyarakat harus mewaspadai kasus DBD saat musim hujan.

Masyarakat dan Pemerintah Kota harus kompak memberantas sarang nyamuk secara rutin sebagai upaya pencegahan DBD.

“Sekarang kan lagi marak penyakit demam berdarah. Sebagai pamong di setiap wilayah, harus tahu bagaimana caranya mencegah penyakit itu agar tidak banyak merebak,” kata Mujiyono pada Kamis (11/4/2024).

Mujiyono mengatakan, perangkat kelurahan juga harus rutin mengingatkan warganya untuk ikut berkontribusi mencegah kasus DBD.

Masyarakat tetap harus menjaga kebersihan lingkungan rumahnya, agar terhindar dari sarang nyamuk.

Baca juga: Soroti Tingginya Kasus DBD di Jakbar, Relawan Kesehatan Indonesia Minta Wali Kota Pro Aktif

Baca juga: Cegah DBD, Wali Kota Jaksel Minta Pemberantasan Sarang Nyamuk Dilakukan Seminggu Dua Kali

“Segala antisipasi yang dilakukan sampai di tingkat kelurahan terutama yang kaitannya pencegahan penyakit DBD, menjadi prioritas sat ini karena sudah banyak yang terkena,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, dalam rangka mencegah dan menangani kasus DBD, setiap perangkat daerah telah diberi mandat untuk mengecek rutin setiap dua minggu sekali ke setiap wilayah tingkat kelurahan.

“Setiap perangkat daerah punya tugas dan tanggung jawab di beberapa lokasi yang rawan utamanya adalah pada kawasan-kawasan padat apa yang di lakukan dan diupayakan dalam rangka mencegah penyebaran penyakit demam berdarah,” pungkas dia.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta hingga 18 Maret 2024, jumlah kasus DBD di enam wilayah Jakarta mencapai 1.729 orang.

Rinciannya, Jakarta Barat 562 orang, Jakarta Selatan 450 orang, Jakarta Timur 395 orang, Jakarta Utara 194 orang, Jakarta Pusat 115 orang dan Kepulauan Seribu 13 orang. (faf)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved