Berita Jakarta

Soroti Tingginya Kasus DBD di Jakbar, Relawan Kesehatan Indonesia Minta Wali Kota Pro Aktif

Soroti Tingginya Kasus DBD di Jakbar, Relawan Kesehatan Indonesia Minta Wali Kota Pro Aktif

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dangue. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus demam berdarah dengue (DBD) terus merebak dan menjadi perhatian di Jakarta.

Penyakit ini menyerang warga di lima kota dan satu kabupaten di Provinsi DKI Jakarta.

Sebagai contoh di Jakarta Barat, ada 716 kasus DBD yang tercatat sampai 26 Maret 2024.

Angka ini paling tinggi dibanding wilayah lainnya di Jakarta.

Ketua Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Jakbar, Hendra menilai  Pemkot Jakarta Barat belum maksimal dalam menekan angka DBD.

Dirinya mengingatkan agar Pemkot Jakarta Barat dapat cepat bertindak, sehingga kasus DBD tidak terus bertambah.

“Harusnya walikota Jakarta Barat sigap dan bergerak cepat untuk mengkoordinasikan jajarannya dalam menyikapi tingginya angka DBD di Jakbar,” ungkap Hendra dalam siaran tertulis pada Minggu (31/3/2024).

Hendra menambahkan, Wali Kota Jakbar bisa segera mengkoordinasikan perangkat kerja, mulai dari pejabat teras Wali Kota Jakarta Barat hingga Camat dan Lurah.

“Banyak perumahan mewah dan perkantoran elite di Jakbar yang tak tersentuh untuk diperiksa jentik nyamuknya,” jelas Hendra.

Diungkapkan Hendra, potensi jentik di perumahan mewah itu lumayan besar, di mana mereka memiliki jambangan bunga di pekarangannya, aquarium, dispenser, kolam ikan dan kolam renang.

Hendra mengungkapkan, kesulitannya adalah izin yang ketat dan cenderung menolak jika akan diperiksa jentik nyamuk, sehingga butuh peran wali kota agar perumahan mewah dan perkantoran elit bisa di periksa jentik nyamuknya.

“Wali Kota harus pro aktif jangan pasif, butuh terobosan dalam menyempurnakan PSN di Jakbar,” tegas Hendra.

Baca Berita WARTAKOTALIVE.COM lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved