Berita Jakarta

Cegah DBD, Wali Kota Jaksel Minta Pemberantasan Sarang Nyamuk Dilakukan Seminggu Dua Kali

Cegah DBD, Wali Kota Jaksel Minta Pemberantasan Sarang Nyamuk Dilakukan Tak Hanya Tiap Jumat: Seminggu Dua Kali

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin saat mengikuti Satpol PP Goes to School di SMAN 34, kawasan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (5/12/2023). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin mendorong jajarannya untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dua kali dalam seminggu.

Selain hari Jumat, Munjirin meminta PSN dilakukan di hari lainnya menyusul mengamuknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta.

"Saya minta karena ini tinggi kasusnya (DBD), maka waktu pemeriksaan pada hari Jumat bisa ditambahkan hari lain, jadi seminggu dua kali," kata Munjirin, saat dihubungi Jumat (29/3/2024).

Pemberantasan jentik nyamuk penyebar wabah DBD tersebut juga sudah ditegaskan Munjirin saat rapim kepada jajarannya.

Dalam rapat yang juga dihadiri pimpinan SKPD Pemkot Jaksel, ia mengimbau kepada para lurah dan camat untuk mendorong kader juru pemantau jentik (jumantik) di wilayahnya agar menambah jadwal PSN.

PSN tambahan tersebut perlu dilakukan mengingat kasus DDB sedang tinggi.

"Rabu pagi kemarin sudah sudah dilaksanakan PSN massal, dan saya mohon para Lurah yang punya kader jumantik dan para camat, agar didorong kader jumantiknya untuk lebih teliti lagi memeriksa jentik pada bulan-bulan ini," ujarnya.

Munjirin menekankan pentingnya jumantik mandiri di setiap wilayah untuk melakukan pemeriksaan pada rumah-rumah yang dicurigai menjadi tempat sarang nyamuk.

Selain memeriksa, jumantik tersebut juga bisa mengedukasi masyarakat terkait kegiatan PSN.

"Saya yakin Pak Camat dan Pak Lurah sudah paham untuk memotivasi para kader jumantiknya untuk dapat memberikan sanksi bagi warga yang di rumahnya kedapatan jentik ketika diperiksa," ujar Munjirin.

Pada rapat tersebut, Munjirin juga memberikan plakat berwarna untuk kecamatan dengan kasus DBD terendah dengan plakat hijau, dan kasus DBD tertinggi plakat merah.

Untuk kecamatan yang memiliki kasus DBD hingga warganya meninggal dunia mendapatkan bendera hitam.

Adapun plakat hijau diraih Kecamatan Tebet, plakat merah diraih oleh Kecamatan Setiabudi, dan bendera hitam didapat Kecamatan Kebayoran Lama.

Penyerahan plakat itu disaksikan oleh Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Edi Sumantri, dan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho.

Baca Berita WARTAKOTALIVE.COM lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved