Pemilu 2024
Perolehan Suara PSI Naik Secara Ajaib dalam Tiga Hari, KPU: Kami Tak Paham
KPU mengaku tidak tahu menahu soal lonjakan tajam perolehan suara PSI dalam 3 hari terakhir. PSI kini berpeluang lolos ke Senayan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Dalam tiga hari terakhir peroleha suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meningkat tajam dalam hitungan real count atau manual.
Tidak tanggung-tanggung partai besutan putera bungsu Presiden Jowo Widodo, Kaesang Pangarep, ini naik 2,86 persen sejak Kamis (29/2/2024) hingga Sabtu (2/3/2024).
Seperti dilansir Tribunnews, dalam tiga hari tersebut PSI mendapat tambahan suara naik dari 2.171.907 menjadi 2.402.268 suara.
Dalam kurun waktu yang sama, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) tercatat di situs real count KPU bertambah 2.240, dari 539.084 TPS menjadi 541.324 TPS.
Dengan demikian, dapat diasumsikan bahwa PSI memperoleh tambahan 203.361 suara dari 2.240 TPS.
Baca juga: Suara PSI Melesat Tidak Wajar di Real Count KPU, Burhanuddin Pertanyakan Hasil Penghitungan
Saat ini PSI sudah mendapatkan 3,13 persen dengan jumlah data masuk 65,79 persen. Kaesang hanya butuh tambahan 0,87 persen lagi agar lolos ambang batas parlemen.
Menanggapi fenomena itu, KPU menegaskan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang akan disahkan oleh KPU berdasarkan rekapitulasi berjenjang, bukan data yang ditampilkan dalam situs real count KPU.
"Undang-Undang Pemilu menegaskan bahwa perolehan suara peserta pemilu yang disahkan oleh KPU itu berdasarkan rekapitulasi resmi yang dilakukan mulai dari PPK, KPU kabupaten/kota, KPU Provinsi, dan KPU RI.
Saat ini sedang berlangsung rekapitulasi berjenjang tersebut," kata Idham di Kantor KPU RI, Jakarta, Sabtu (2/3/2024).
Idham mengaku, tidak memahami apa yang dimaksud dengan lonjakan suara PSI tersebut.
Dia juga tidak menjawab lugas ketika ditanya mengenai adanya anomali data antara fakta di lapangan dengan data yang tercantum dalam situs real count.
Baca juga: Terancam Tak Lolos ke Senayan, Partainya Kaesang Usul Bikin Fraksi Threshold
Idham justru bertanya balik kepada awak media dan menyebut bahwa pihaknya masih mengakurasi data-data yang diperoleh.
"Informasinya yang lama saja bahwa itu sedang diakurasi," ujarnya seperti dilansir Kompas.com.
Idham mengaku tidak mengetahui persis jumlah data yang sedang diakurasi karena ia tidak memegang data tersebut.
Tolak fraksi threshold
| DKPP Jatuhkan Sanksi Ketua dan 4 Anggota KPU karena Sewa Jet Pribadi di Pemilu 2024 |
|
|---|
| Sekretaris KPU Jakarta Dirja Abdul Kadir Ungkap Pekerjaan KPUD Jakarta Belum Selesai |
|
|---|
| Sempat Khawatir pada Kerawanan, KPU Jakarta Apresiasi Kinerja Polri Amankan Pelaksanaan Pilkada 2024 |
|
|---|
| DKPP Prihatin Masih Banyak Penyelenggara Pemilu Tidak Netral di Pemilu 2024 |
|
|---|
| Bawaslu Kabupaten Bekasi Rilis Laporan Akhir Pengawasan Pemilu 2024, Ini Hasilnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Kaesang-copot-baliho45.jpg)