Selasa, 12 Mei 2026

Pemilu 2024

Perolehan Suara PSI Naik Secara Ajaib dalam Tiga Hari, KPU: Kami Tak Paham

KPU mengaku tidak tahu menahu soal lonjakan tajam perolehan suara PSI dalam 3 hari terakhir. PSI kini berpeluang lolos ke Senayan

Tayang:
Editor: Rusna Djanur Buana
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Kaesang Pangarep memimpin pencopotan mandiri alat peraga kampanye PSI di wilayah DKI Jakarta, Sabtu (10/2/2024) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Dalam tiga hari terakhir peroleha suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meningkat tajam dalam hitungan real count atau manual.

Tidak tanggung-tanggung partai besutan putera bungsu Presiden Jowo Widodo, Kaesang Pangarep, ini naik 2,86 persen sejak Kamis (29/2/2024) hingga Sabtu (2/3/2024).

Seperti dilansir Tribunnews, dalam tiga hari tersebut PSI mendapat tambahan suara naik dari 2.171.907 menjadi 2.402.268 suara.

Dalam kurun waktu yang sama, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) tercatat di situs real count KPU bertambah 2.240, dari 539.084 TPS menjadi 541.324 TPS.

Dengan demikian, dapat diasumsikan bahwa PSI memperoleh tambahan 203.361 suara dari 2.240 TPS.

Baca juga: Suara PSI Melesat Tidak Wajar di Real Count KPU, Burhanuddin Pertanyakan Hasil Penghitungan

Saat ini PSI sudah mendapatkan 3,13 persen dengan jumlah data masuk 65,79 persen. Kaesang hanya butuh tambahan 0,87 persen lagi agar lolos ambang batas parlemen.

Menanggapi fenomena itu, KPU menegaskan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang akan disahkan oleh KPU berdasarkan rekapitulasi berjenjang, bukan data yang ditampilkan dalam situs real count KPU.

"Undang-Undang Pemilu menegaskan bahwa perolehan suara peserta pemilu yang disahkan oleh KPU itu berdasarkan rekapitulasi resmi yang dilakukan mulai dari PPK, KPU kabupaten/kota, KPU Provinsi, dan KPU RI.

Saat ini sedang berlangsung rekapitulasi berjenjang tersebut," kata Idham di Kantor KPU RI, Jakarta, Sabtu (2/3/2024).

Idham mengaku, tidak memahami apa yang dimaksud dengan lonjakan suara PSI tersebut.

Dia juga tidak menjawab lugas ketika ditanya mengenai adanya anomali data antara fakta di lapangan dengan data yang tercantum dalam situs real count.

Baca juga: Terancam Tak Lolos ke Senayan, Partainya Kaesang Usul Bikin Fraksi Threshold

Idham justru bertanya balik kepada awak media dan menyebut bahwa pihaknya masih mengakurasi data-data yang diperoleh.

"Informasinya yang lama saja bahwa itu sedang diakurasi," ujarnya seperti dilansir Kompas.com.

Idham mengaku tidak mengetahui persis jumlah data yang sedang diakurasi karena ia tidak memegang data tersebut.

Tolak fraksi threshold

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved