Pilpres 2024

SMRC Prediksi Ganjar Pranowo Bakal Melawan Anies Baswedan di Putaran Kedua Pilpres 2024

Pendiri SMRC Profesor Saiful Mujani mengatakan, skenario empat pasangan bisa terjadi jika PDIP mengusung calon sendiri, tanpa berkoalisi.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memprediksi Pilpres 2024 bakal berlangsung dua putaran, dan Ganjar Pranowo bakal melawan Anies Baswedan di putaran kedua. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memprediksi Pilpres 2024 bakal berlangsung dua putaran.

Dengan ambang batas syarat pencalonan 20 persen suara hasil pemilu, dapat dipastikan jumlah pasangan yang akan bertarung di Pilpres 2024 maksimal empat pasangan.

Pendiri SMRC Profesor Saiful Mujani mengatakan, skenario empat pasangan bisa terjadi jika PDIP mengusung calon sendiri, tanpa berkoalisi.

"Dalam tradisi pilpres sebelumnya, PDIP tidak pernah maju sendiri, selalu berkoalisi," kata Saiful di Talkshow bertajuk 'Pilpres Putaran Kedua: Ganjar vs Anies?' Kamis (2/2/2023).

Menurut survei aspirasi pemilih dari riset yang dilakukan SMRC, calon yang kompetitif dari PDIP adalah Ganjar Pranowo dan Puan Maharani, namun Ganjar sosok yang dinilai paling kompetitif.

Sementara, Anies Baswedan mewakili Nasdem, PKS, dan Demokrat. Lalu, Prabowo Subianto mewakili Gerindra dan PKB.

Baca juga: Surya Paloh Ingin Bertemu Megawati, PDIP Terbuka Terima Kunjungan Partai NasDem

Airlangga Hartarto, pemimpin terbesar koalisi KIB yang dibentuk Golkar, PAN, dan PPP, juga cukup untuk mencalonkan satu pasangan.

Menurutnya, jika PDIP berkoalisi, kemungkinan jumlah pasangan akan ada tiga. Jika demikian, Pilpres 2024 kemungkinan besar akan berlangsung dua putaran.

Karena, pada putaran pertama akan sulit ada pasangan yang langsung mendapat suara lebih 50 persen.

Baca juga: Cak Imin Usul Jabatan Gubernur Dihapus, Jokowi: Perlu Kajian Mendalam, Perhitungan, Kalkulasi

Dalam simulasi pilihan tertutup terhadap empat nama yang dilakukan SMRC pada Desember 2022, Ganjar mendapat dukungan terbanyak (32,4 persen), disusul Anies (26,8 persen), Prabowo (25,6 persen), dan Airlangga Hartarto (3 persen).

"Cukup ketat, selisihnya tidak terlalu signifikan secara statistik," ungkapnya.

Dilihat dari survei ini, pilpres satu putaran tidak mungkin, jika dilihat dari distribusi suara yang hampir seimbang di antara tiga calon ini. SMRC juga melakukan simulasi dengan tiga calon.

Baca juga: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Anjlok ke-110, Jokowi: Jadi Koreksi dan Evaluasi Kita Bersama

Dalam simulasi pilihan tertutup terhadap tiga nama yang dilakukan SMRC pada Desember 2022, Ganjar mendapat dukungan terbanyak (33,7 persen), disusul Anies (28,1 persen), Prabowo (26,1 persen), dan sisanya menyatakan tidak tahu.

"Kalau partai politik mengambil keputusan sesuai aspirasi pemilih sebagaimana yang dijaring dalam survei, maka calon kita kemungkinan tiga tersebut."

"Di antara calon ini, kemungkinan yang masuk ke putaran kedua adalah Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan," beber Saiful.

Baca juga: Jenderal Dudung Absen Lagi Saat RDP dengan Komisi I DPR, Politikus Golkar Minta Saling Menghormati

Kendati Ganjar dan Anies yang diprediksi masuk ke putaran kedua, Saiful mengatakan masih ada satu tahun untuk kemungkinan terjadi perubahan.

Namun sejauh ini dari riset yang dilakukan SMRC, trennya Ganjar terus konsisten di atas dalam setahun terakhir, disusul Anies yang juga menguat, sedangkan suara untuk Prabowo melemah.

"Jadi dalam data kami yang paling kompetitif adalah Ganjar melawan Anies Baswedan," bebernya. (Larasati Dyah Utami)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved