Polisi Tembak Polisi

AKBP Arif Rachman Akui Hapus Foto Hasil Autopsi Jenazah Brigadir J yang Tunjukkan 7 Luka

AKBP Arif Rachman Arifin mengaku mendapat perintah menghapus foto dokumentasi hasil autopsi jenazah Brigadir J yang tunjukkan ada 7 luka

Penulis: Nurmahadi | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Ramadhan LQ
AKBP Arif Rachman Arifin, terdakwa kasus Obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J saat sidang di PN Jakarta Selatan. Ia juga bersaksi dalam sidang pembunuhan Brigadir J. AKBP Arif Rachman Arifin mengaku mendapat perintah dari eks Kabag Gakkum Provost Divisi Propam Polri, Kombes Susanto Haris untuk menghapus foto hasil autopsi jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- AKBP Arif Rachman Arifin mengaku mendapat perintah dari eks Kabag Gakkum Provost Divisi Propam Polri, Kombes Susanto Haris untuk menghapus foto hasil autopsi jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Bukan itu saja, Arif Rachman juga mengaku diinstruksikan menghapus semua foto-foto peti dan jenazah Brigadir J.

Hal itu disampaikan Arif Rachman saat menjadi saksi di sidang pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal dan Bharada E di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/11/2022).

Arif Rachman juga adalah salah satu terdakwa dalam kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice kematian Brigadir J.

Di depan persidangan Arif mengatakan awalnya melaporkan hasil proses autopsi Rumah Sakit Polri Kramat Jati atas jenazah Brigadir J pada 8 Juli 2022 kepada Ferdy Sambo.

Selain itu kata Arif, saat ini jenazah Brigadir J atau Yosua dimasukkan ke dalam peti.

Baca juga: Usai Autopsi di RS Polri, Arif Rahman Mengaku Baju Dinas Brigadir J Diambil Susanto Haris

Menurut Arif foto dokumentasi hasil autopsi jenazah Brigadir J juga dikirimkannya ke Agus Nur Patria, eks Kepala Detasemen Biro Paminal Divisi Propam.

"Selesai autopsi jenazah masuk ke dalam peti. Saya mengirimkan laporan sementara dari dokter forensik yang diterima oleh penyidik. Saya sempat foto, saya sempat kirimkan kepada Kombes Agus," kata Arif di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin.

"Kapan Susanto memerintahkan saudara untuk menghapus semua dokumentasi?" tanya hakim.

"Selesai autopsi," beber Arif.

"Jadi beliau disampaikan agar dokumentasi dikirimkan ke beliau semuanya biar satu pintu. Lalu di HP anggota sudah tidak ada lagi yang tersebar, cukup satu pintu laporan dan penyimpanan file foto," ujar Arif.

Baca juga: Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi AKBP Arif Rachman Arifin

Hanya saja, Arif mengaku tidak mengetahui alasan di balik perintah Susanto untuk menghapus foto dokumentasi tersebut.

Dia mengaku hanya mengikuti semua arahan atasnya tersebut.

"Kan saudara tadi cerita foto-foto yang saudara ambil bukan sesuatu yang signifikan? Kenapa suruh dihapus?" tanya hakim.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved