Polisi Tembak Polisi

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi AKBP Arif Rachman Arifin

JPU meminta majelis hakim untuk menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan oleh AKBP Arif Rachman Arifin di sidang Obstruction Of Justice

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Ramadhan LQ
Jaksa meminta majelis hakim menolak eksepsi Arif Rachman Arifin dalam sidang Obstruction Of Justice kematian Brigadir J di PN Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Tim jaksa penuntut umum (JPU) meminta majelis hakim untuk menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan oleh AKBP Arif Rachman Arifin.

Diketahui, Arif Rachman menjadi terdakwa dugaan merintangi penyidikan atau obstruction of justice pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Memohon kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini menyatakan menolak seluruh dalil eksepsi atau nota keberatan penasihat hukum saudara Arif Rachman Arifin," ujar jaksa di ruang sidang Prof Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022).

"Menerima surat dakwaan PU nomor perkara PGM128/Jakarta Selatan/2022 tanggal 5 Oktober 2022 karena telah memenuhi unsur formil dan materil," sambung jaksa.

Atas hal tersebut, jaksa menyatakan pemeriksaan terdakwa Arif Rachman tetap dilanjutkan.

"Dan menyatakan terdakwa Arif Rachman Arifin tetap berada dalam tahanan," kata jaksa.

Baca juga: Kamaruddin Bawa Sandal Terakhir yang Dipakai Brigadir Yosua Sebelum Dibunuh, Masih Ada Bercak Darah

Sebelumnya kuasa hukum terdakwa AKBP Arif Rachman Arifin menyebut bahwa kliennya hanya berada pada tempat dan waktu yang salah dalam perkara penghalangan penyidikan atau obstruction of justice kasus kematian Brigadir Yosua.

Demikian diungkapan kuasa hukum Arif Rachman Arifin, Junaedi Saibih saat membacakan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di ruang sidang utama Prof Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (28/10/2022).

Junaedi mengatakan bahwa Arif Rachman Arifin tidak punya kesamaan niat dengan Ferdy Sambo yang merupakan mantan jenderal bintang dua tersebut.

"Sehingga sangat tidak adil bagi beliau bila didakwa memiliki kesamaan niat dengan Saksi Ferdy Sambo untuk menyembunyikan kebenaran terkait dugaan pembunuhan korban Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat," kata dia.

"Adapun setelah Brigjen Pol Hendra Kurniawan dan terdakwa Arif Rachman Arifin menghadap Saksi Ferdy Sambo, dengan emosi dan nada tinggi memerintahkan agar memusnahkan dan hapus semua salinan (copy) rekaman CCTV yang berada dalam laptop saksi Baiquni Wibowo," sambung Junaedi.

Arif Rachman, kata dia, hanya akan melaporkan apa yang kliennya itu lihat pada salinan rekaman CCTV di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan kepada Sambo dengan Hendra Kurniawan.

Pasalnya, cerita Sambo dengan kejadian sebenarnya berbeda.

Baca juga: Ayah Brigadir J Hanya Dapat Kabar dari Polisi Kematian Putranya Aib

Selain itu, ancaman didapat oleh Arif Rachman beserta tiga anggota Polri lainnya antara lain Baiquni Wibowo, Ridwan Rhekynellson Soplanit, dan Chuck Putranto apabila rekaman CCTV bocor.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved