Polisi Tembak Polisi

Kompol Aditya Cahya: Ada Rekaman CCTV Sebelum dan Setelah Pembunuhan Brigadir J 

Menurut Aditya, rekaman CCTV itu menjadi bukti penting guna mengungkap perkara tersebut yang sebelumnya dilaporkan adanya tembak-menembak

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Akun YouTube Kompas TV
Kompol Aditya Cahya memastikan adanya rekaman CCTV di Duren Tiga yang menunjukkan situasi sebelum dan sesudah pembunuhan Brigadir J terjadi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Rekaman CCTV di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan disebut sebagai bukti penting guna mengungkap kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Hal tersebut disampaikan oleh penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri yang menjadi timsus, Kompol Aditya Cahya saat bersaksi dalam sidang lanjutan perintangan penyidikan atau obstruction of justice, dengan terdakwa Arif Rachman, Jumat (25/11/2022).

Aditya dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) untuk menjadi saksi dalam perkara itu. MDiketahui, data rekaman DVR CCTV di Kompleks Polri Duren Tiga tersebut sebelumnya sempat dilaporkan hilang.

Hingga akhirnya ditemukan melalui serangkaian proses penyelidikan. Adapun data rekaman CCTV yang penting itu berdurasi sekitar 2 jam yang terjadi pada 8 Juli 2022.

Rekaman CCTV di pos satpam mengarah pada pagar eks rumah dinas Ferdy Sambo yang memperlihatkan sebelum dan setelah pembunuhan terjadi terhadap Yosua.

"Siap, yang pada akhirnya setelah kasus ini berlanjut kita masih dapat menemukan bukti rekaman dari arah pos satpam mengarah ke pintu pagar rumah TKP," ujar Aditya, saat ditanya JPU, dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Baca juga: Pistol untuk Bunuh Brigadir J Ditunjukkan di Sidang Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

"Durasi rekaman itu pada 8 Juli 2022 pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB sekitar dua jam. Rekaman itu memperlihatkan sebelum dan setelah terjadinya pembunuhan, hanya di luar tapi," sambung dia.

Menurut Aditya, rekaman CCTV itu menjadi bukti penting guna mengungkap perkara tersebut yang sebelumnya dilaporkan adanya tembak-menembak antara Richard Eliezer atau Bharada E dan Brigadir J.

"Karena itu menjadi bukti yang sangat penting, dari awal kasus ini dilaporkan adanya tembak menembak," tuturnya.

Baca juga: Di Sidang, Ridwan Soplanit Merinci Luka-luka di Tubuh Brigadir J Usai Penembakan

"Padahal, pada saat itu dari rekaman tersebut terlihat bahwa pada saat FS tiba di rumah tersebut, Yosua masih ada terlihat bolak-balik di depan rumah," lanjut dia.

Aditya mengaku tak melihat merek CCTV yang ditemukan oleh timnya, tetapi satpam di Kompleks Polri Duren Tiga menyebut CCTV tidak mengalami gangguan.

"Kami tidak lihat pak mereknya pada saat sudah datang. Tapi info dari sekuriti, DVR yang saat itu sudah terpasang itu masih berjalan normal, cuma mereknya saya tidak lihat," katanya.

"Yang saksi ketahui, apakah ada sebuah bungkusan kardus atau gimana?," jaksa bertanya.

Baca juga: Lagi, Hakim Marahi Kodir ART Ferdy Sambo: Katakanlah Yang Benar Walaupun Pahit

"Yang diinfo ke kami ada satu kardus kosong merek Glenz, itu yang kami konfirmasi ke Puslabfor bahwa dus ini dengan serial number sekian itu sama dengan berada di Puslabfor," ucap Aditya.

"Apakah sempat saudara saksi pernah melihat barang bukti seperti satu buah dus digital recorder warna putih garis biru abu-abu merek Glenz," tanya jaksa.

"Siap pernah, kami yang mengamankan itu," tutur Aditya.

"Bila penuntut umum menunjukkan apakah yang dimaksud seperti ini?," jaksa bertanya.

"Betul, Glenz. Betul," jawab Aditya. (m31)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved