Gempa Bumi

Badri Terperangah Lihat Rumah Tetangganya Terangkat dan Lainnya Hancur Saat Gempa Cianjur

Badri alias Apihbadi (62) mengaku terperangah melihat sejumlah bangunan dan rumah di sekitarnya saat gempa bumi di Cianjur terjadi

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Alex Suban
Bangunan rumah yang terangkat dan hancur di Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur akibat gempa bumi pada Senin (21/11/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, CUGENANG - Badri alias Apihbadi (62) duduk terdiam di depan rumahnya di Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur pada Sabtu (26/11/2022).

Wajahnya murung dan sedih. Tatapannya kosong melihat rumah tetangga di depannya yang rusak akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Senin (26/11/2022) lalu.

Saat disambangi TribunnewsDepok.com (jaringan Wartakotalive.com), Apih menceritakan bagaimana detik-detik saat gempa bumi terjadi, Senin lalu.

Saat itu Apih mengaku sedang berbaring di kamarnya,

"Saya lagi berbaring karena sakit, badan agak meriang. Tiba-tiba datang bencana, gempa menggoyang rumah kami," kata Apih, Sabtu (26/11/2022).

Dengan spontan dia pun lari keluar rumah. Dia hampir terjungkal menabrak tembok karena panik saat menyelamatkan diri.

Badri atau Apihbadi (62) mengaku terperangah dan trauma
Badri atau Apihbadi (62) mengaku terperangah dan trauma melihat kondisi bangunan dan rumah di sekitarnya saat gempa bumi mengguncang Cianjur, Senin lalu

Baca juga: Gempa Cianjur, Yayasan Wahana Artha Beri Bantuan Kebutuhan Mendesak ke Posko Pengungsian 

"Goyangan gempa hanya beberapa detik, tetapi sangat kuat. Semua perabotan di rumah jatuh. Saya merasa seperti kiamat saja," ujarnya.

Setelah selamat sampai di halaman rumah, Apih menyelamatkan istrinya yang terkena material bangunan yang jatuh dari atas dapur rumahnya.

Apih lalu berkumpul bersama istri, anak dan cucunya di halaman depan rumah.

Sesaat kemudian dia melihat bangunan dua lantai milik Pesantren Almubarok yang berada di depan rumahnya ambruk.

"Ada santriwati yang minta tolong. Lalu saya pergi menyelamatkan satu santriwati yang pingsan di pesantren tersebut," ucapnya.

Semua santriwati di pesantren tersebut, lamjut Apih, selamat dari bangunan yang ambruk itu.

"Alhamdulilah, mungkin karena karunia Allah semua santriwati selamat. Tidak ada yang cacat. Hanya ada satu yang pingsan, kaget kali ya," imbuhnya.

Belum hilang rasa keterkejutan melihat pesantren ambruk, Apih melihat pemandangan lebih dramatis lagi.

Baca juga: Tinggal di Tenda, Korban Gempa Bumi di Desa Sarampad Keluhkan Kekurangan Air Bersih

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved