Gempa Bumi

Tinggal di Tenda, Korban Gempa Bumi di Desa Sarampad Keluhkan Kekurangan Air Bersih

Warga Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, yang terpaksa tinggal di tenda pengungsian akibat gempa bumi di Cianjur mengeluhkan kekurangan air bersih.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Hironimus Rama
Pengungsi korban gempa bumi di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, mengeluhkan kekurangan air bersih. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CUGENANG - Pascabencana gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11/2022), ribuan warga Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Data dari Desa Sarampad menunjukkan ada 136 posko pengungsian yang tersebar di wilayah ini. Posko-posko pengungsian ini didirikan oleh BNPB, Kementerian Sosial, relawan hingga swadaya warga.

Sejauh ini penanganan korban terdampak gempa di Desa Sarampad berjalan cukup baik.

'"Alhamdulilah, setelah bencana gempa, penanganan korban di Desa Sarampad semakin membaik," kata Kepala Desa Sarampad Dudu Abdurajab di kantor Desa Sarampad, Sabtu (26/11/2022).

Baca juga: Diguncang Gempa Bumi di Cianjur, 40 Persen Rumah di Desa Sarampad Alami Rusak Berat

Dia menambahkan bahwa tidak ada masalah berarti dalam penanganan pengungsi saat ini, baik tenda atau pun logistik.

"Pada hari pertama gempa, kita kekurangan logistik dan tenda pengungsi. Kita memang tidak menduga ada bencana ini, sehingga banyak warga yang syok" ucapya.

Setelah dua hari berlalu, masyarakat mulai sadar akan kondisnya lalu mulai membangun tenda sendiri atau mencari bantuan tenda.

Baca juga: Pj Bupati dan Sekda Kabupaten Bekasi Bakal Dapat Fasilitas Mobil Listrik Tahun 2023

"Alhamdulilah, saat ini sudah banyak donasi ke lokasi bencana dan posko-posko di Desa Sarampad," jelas Dudu.

Donasi yang dibawa ke Desa ini berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Sukabumi dan Cianjur. Saat ini kebutuhan yang sangat diperlukan warga Desa Sarampad adalah air beraih.

"Air terkadang ada, terkadang tidak ada. Padahal warga sangat butuh untuk mengisi WC umum. Kekurangan air membuat warga kesulitan mandi, mencuci dan memasak nasi," tandas Dudu.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved