Rusuh Arema Persebaya

Sambangi LPSK, Puluhan Korban Tragedi Kanjuruhan Minta Perlindungan dan Restitusi

Edwin Partogi Pasaribu menyatakan bahwa para korban dan saksi dapat mengajukan permohonan perlindungan untuk memastikan keselamatan mereka

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Perwakilan keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, menyambangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (18/11/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM CIRACAS -- Perwakilan keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, menyambangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (18/11/2022).

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyatakan bahwa para korban dan saksi dapat mengajukan permohonan perlindungan untuk memastikan keselamatan mereka selama proses hukum berjalan.

Dengan perlindungan tersebut diharapkan para saksi dan korban dapat merasa aman untuk memberi keterangan hingga nantinya kasus tragedi maut Stadion Kanjuruhan bergulir di tingkat Pengadilan.

Pihaknya juga menyatakan bahwa para korban dapat mengajukan restitusi atau ganti rugi kepada pelaku di tingkat Pengadilan nanti, prosedur tersebut sudah diatur dalam UU LPSK nomor 13 Tahun 2006.

Baca juga: Keluarga Korban Kanjuruhan Minta Perlindungan LPSK, Salah Satu Aremania Datang dengan Kursi Roda

"Untuk melihat kerugiannya dan itu akan menjadi bagian dari proses hukum proses penyidikan maupun di peradilan. Jadi kami membuka diri kepada korban Kanjuruhan yang membutuhkan perlindungan dari LPSK," ucap Edwin di LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (18/11/2022).

Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com, rombongan tiba dengan menaiki sebuah bus pariwisata sekiranya pukul 14.07 WIB.

Nampak beberapa Aremania datang dengan mengenakan atribut bertuliskan Arema FC.

Tak hanya itu, salah satu Aremania dengan mengenakan jaket hitam menggunakan kursi roda.

Setelah itu, pihak LPSK meminta untuk Aremania mengisi daftar hadir sebelum memasuki loby.

Rombongan memasuki gedung LPSK dan segera memenuhi kursi yang telah disediakan. 

Desak rekonstruksi ulang

Sebelumnya, rombongan penyintas dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan mendesak agar rekonstruksi ulang dilakukan.

Hal itu diungkapkan oleh Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania (TGA), Anjar Nawan Yusky saat di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/11/2022).

"Kami mendesak dilakukan ulang, sehingga apa saja tindak pidana di malam hari itu dirunutkan lebih lengkap. Pasal apa saja yang bisa dikenakan dalam peristiwa ini pada pelaku tindak pidananya disebutkan. Tanpa itu, keadilan untuk korban tidak akan pernah bisa terbukti," ujar dia.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved