Musik

Optimalkan Karya Para Musisi, Sosialoka Indonesia dan YouTube Gelar Diskusi Perlindungan Hak Cipta

YouTube gelar diskusi tentang perlindungan hak cipta. Diskusi digelar bersama Kemenkumham dan Kemenparekraf beserta perwakilan pelaku industri musik.

istimewa
YouTube bersama Kemenkumham dan Kemenparekraf beserta perwakilan pelaku industri musik menggelar diskusi tentang perlindungan hak cipta para musisi di kantor Google Indonesia pada 6 September 2022. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hak-hak dalam karya cipta menjadi perbincangan di industri musik Indonesia.

Untuk mendorong kemajuan Indonesia di bidang ekonomi kreatif, khususnya perkembangan industri musik melalui pemanfaatan teknologi digital, YouTube menyelenggarakan diskusi tentang perlindungan hak cipta.

Diskusi digelar bersama Kemenkumham dan Kemenparekraf beserta perwakilan pelaku industri musik di kantor Google Indonesia pada 6 September 2022. 

Baca juga: Para Musisi dan Pencipta Lagu Datangi Gedung DPR, Dukung DPR Mempertahankan Undang-undang Hak Cipta

Baca juga: Label Musik Ajukan Gugatan Uji Materi Undang-undang Hak Cipta, Rhoma Irama: Ada Keserakahan di Sini!

YouTube memiliki beberapa YouTube Partner di Indonesia, salah satunya Indonesia Digital Entertainment (IDE).

IDE memiliki beberapa subsidiaries company yang juga aktif berperan di industri musik, salah satunya Sosialoka Indonesia.

Sosialoka Indonesia sebagai digital agency yang fokus di industri musik dan entertainment hadir bersama tim Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dan Kemenparekraf.

YouTube bersama Kemenkumham dan Kemenparekraf beserta perwakilan pelaku industri musik menggelar diskusi tentang perlindungan hak cipta para musisi di kantor Google Indonesia pada 6 September 2022.
YouTube bersama Kemenkumham dan Kemenparekraf beserta perwakilan pelaku industri musik menggelar diskusi tentang perlindungan hak cipta para musisi di kantor Google Indonesia pada 6 September 2022. (istimewa)

Sosialoka, yang diwakilkan Miftah Faridh Oktofani, CEO Sosialoka Indonesia, hadir dalam diskusi tematis tersebut untuk memberikan point of view dari sisi pelaku industri musik. 

Sosialoka Indonesia adalah digital agency yang berperan aktif pada pengelolaan media sosial dari musisi dan entertainer, dan juga kampanye digital yang memiliki keteraitan erat pada proses terciptanya karya cipta lagu. 

Selama 3 tahun terakhir, Sosialoka bersama beberapa musisi dari beragam label rekaman di Indonesia mempromosikan dan mengoptimalkan karya-karya mereka secara digital.

Baca juga: Pemerintah Atur Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan Musik, Maruli Tampubolon: Kemerdekaan Musisi

Baca juga: Jokowi Terbitkan PP Royalti Hak Cipta Lagu dan Musik, Bagaimana Nasib Pengamen Jalanan?

Ade Nurulianto alias Ade Govinda merupakan salah satu klien dan partner Sosialoka Indonesia.

Muara Sipahutar, Strategic Partner Manager YouTube Indonesia, menjelaskan sistem teknologi yang dimiliki YouTube sebagai pendukung program pemerintah dalam berkreasi dan melindungi hak pemilik hak cipta dan hak terkait.

Peraturan hak cipta musik/lagu yang saat ini berlaku di Indonesia dinilai Google sudah tidak relevan lagi untuk dilaksanakan di 2022.

Baca juga: Dari Obrolan Webinar Asosiasi Bela Hak Cipta, Penyanyi Cover Lagu Diminta Izin ke Pemilik Hak Cipta

Baca juga: Didenda Rp 300 Juta Terkait Pelanggaran Hak Cipta Lagu Lagi Syantik, Gen Halilintar Sudah Bayar?

Hal tersebut disampaikan Luke Anthony, Music Legal YouTube APAC.

Menurut Luke Anthony dan tim YouTube, regulasi yang saat ini ada tidak merefleksikan bagaimana praktek di industri musik beroperasi di era media sosial dan platform digital yang serba cepat. 

Robinson Sinaga, Direktur Pengembangan Industri Kreatif di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sepakat bahwa UU Hak Cipta sudah tidak relevan untuk industri kreatif.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved