Buntut 'Amplop Kiai', Komunal Minta Suharso Dicopot dari Jabatan Menteri Bappenas

Mereka meminta Menteri Bappenas Suharso Monoarfa untuk segera diproses hukum dan dicopot jabatannya karena beberapa kesalahan.

Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
Ratusan massa aksi dari Koalisi Pemuda Muslim Nasional (Komunal) menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ratusan massa aksi dari Koalisi Pemuda Muslim Nasional (Komunal) menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Mereka meminta Menteri Bappenas Suharso Monoarfa untuk segera diproses hukum dan dicopot jabatannya karena beberapa kesalahan.

“Kami meminta agar Suharso diproses hukum karena beberapa hal. Antara lain, kejanggalan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) hingga penghinaan kepada ulama soal amplop kiai,” ujar Koordinator Aksi, dalam siaran tertulisnya, Senin (12/9/2022).

Baca juga: Dilengserkan dari Kursi Ketua Umum PPP: Suharso Monoarfa: akan Saya Selesaikan Baik-baik

Baca juga: PPP Janjikan Suharso Monoarfa Dapat Tempat Terhormat di Partai

Menurutnya, kejanggalan atas LHKPN perlu diusut tuntas oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK). Sebab, permasalahan tersebut belum ada tindak lanjut sejak 2020 lalu.

“Seharusnya KPK segera menindaklanjuti kasusnya, untuk mencegah adanya tindak pidana korupsi. Kami juga mendesak KPK membuat tim investigasi untuk mengusut laporan terhadap Mantan Ketua PPP ini,” ungkapnya.

Selain itu, Adil juga meminta Jokowi untuk segera memecat Suharso dari kursi kabinetnya. Adil dan massa aksi mengecam ucapan Suharso yang dianggap tidak pantas dan melukai para kiai.

“Kami meminta Pak Jokowi memecat dan mencopot jabatan Suharso sebagai menteri. Karena Suharso selalu memicu kontroversi,” tutupnya.

Baca juga: Suharso Monoarfa Tetap Jadi Ketum PPP Jika Tak Ada SK Kemenkumham Terbaru Hingga 28 September 2022

Baca juga: Pastikan Pemecatan Suharso Monoarfa Tak Pengaruhi KIB, Mardiono: Kan Saya Koordinatornya

Adapun Suharso dinilai telah merendahkan kiai akibat perkataannya beberapa waktu lalu di KPK.

Dalam pidatonya, Suharso menyebut pemberian sesuatu ketika bersilaturahmi atau sowan kepada kiai di pesantren disamakan dengan budaya korupsi.

Terhormat

Sebelumnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berjanji menempatkan Suharso Monoarfa di tempat terhormat, meski tak lagi menjabat ketua umum.

Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani mengajak Suharso bersama-sama mengonsolidasikan PPP menghadapi Pemilu 2024.

"Kami tentu berharap Pak Suharso dan beberapa kawan yang bersamanya bisa kembali duduk bareng, bersama mengonsolidasikan PPP untuk menghadapi Pemilu 2024," kata Arsul kepada Tribunnews, Sabtu (10/9/2022).

Arsul berjanji pihaknya akan memberikan tempat terhormat bagi Menteri Badan Pembangunan Perencanaan Nasional (Bappenas) itu.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved